Archive for May, 2011

jangan cuma menghujat cina

karena populasinya yang sangat banyak dan tersebar di seluruh dunia, Cina termasuk ras yang ditakuti kehadirannya. wujud ketakutan muncul dalam berbagai jenis. salah satunya dengan hujatan bahwa mereka rakus, pelit dan tukang tiru. despite of semua penilaian jelek itu, setiap ras sebenarnya punya kebaikan dan keburukan, dan alangkah tidak adil kalau karena kita hanya menghujat dan tidak melihat sisi lain dari sebuah individu, kelompok atau pun ras.

salah satu sisi hebat dari Cina adalah seorang pengarang wanita yang berhasil merekam sisi gelap Cina yang membuat ras itu tersebar di seluruh negri. yakni selain karena kehebatan ras itu sendiri dalam mengembangkan kemampuan dan ilmu pengetahuannya, juga karena tersebarnya bayi-bayi perempuan Cina akibat sistem di dalam negara yang kurang berpihak pada bayi perempuan.

lagi-lagi, hal ini bukan sesuatu yang harus dihujat. Xin Ran sang pengarang dengan jujur dan tidak berpihak, menceritakan bagaimana kesedihan ibu-ibu yang mungkin dipandang orang luar tak berbelas kasihan karena tega membunuh bayi pada saat baru lahir karena ketahuan jenis kelaminnya perempuan. salah satu sebabnya adalah karena tuntutan sistem negara -yang tadi saya bilang- tidak berpihak pada perempuan.

KOMPAS kasi saya tugas buat bikin cover buat buku ini. suatu kehormatan buat saya karena bukunya adalah best seller. saya dikasi sample-nya buat baca and menghayati isi di dalemnya. walhasil, selesai baca, mata saya bengkak abis. and butuh beberapa hari buat merangkai inspirasi cover buku yang sangat menggugah emosi ini. saya menawarkan 2 versi untuk covernya. saya belum tahu mana yang dipilih, tapi mudah-mudahan teman-teman KOMPAS buku suka.


jangan lupa baca, apalagi setelah bukunya berganti sampul saya. cihuyyy…

babi kejujuran

posting awalnya dibuka dengan kalimat… wah sudah lama ngga posting nih… kemudian dilanjutkan dengan kalimat… sialan, barusan postingan udah cape-cape bikin, ngga nongol sama sekali isinya! kehapus total!

well, apakah karena topiknya karena babi?

setelah sekian lama tidak kongkow bareng, 4 sahabat akhirnya memutuskan untuk kumpul merayakan dirgahayunya ManisMan. dikarenakan 4 sahabat sebenarnya datang dari asal 4 agama yang berbeda dan agama bukanlah sebuah isu sentral di antara kami, dirgahayu dirayakan di restoran yang menjual babi panggang asal Bali yang baru buka di daerah Kelapa Gading. walaupun beda dengan babi Roma punya Pak Tony yang biasa kita makan, ternyata si babi panggang mbak Nuri ini punya keistimewaan lain yang lebih luar biasa dibandingkan babi dari Roma punya pak Tony.

setelah menyantap 4 porsi babi panggang yang menurut ManisMan sangat ‘bau babi’, 4 sahabat memulai sesi berikutnya, yakni gossip. yang aneh dibandingkan dengan sesi-sesi sebelumnya, sesi kali ini dipenuhi dengan yang namanya kejujuran. sekonyong-konyong, setelah makan babi, keluarlah rahasia yang selama ini dipendam antara kita. rahasia yang berkaitan dengan kecurangan, ketidaksukaan, dan sampai ke perselingkuhan…

ternyata yang namanya sahabat, bukan berarti tidak ada rahasia antara kita. pernah nonton serial Desperate Housewives? itu adalah salah satu serial favorit saya. salah satu cerita di dalamnya adalah antara temanpun kadang-kadang kita saling menyimpan rahasia. sebenarnya bukan rahasia yang menyinggung satu sama lain, tapi tetap kita simpan bisa karena berbagai alasan. bisa jadi rahasia itu berhubungan dengan kehidupan salah seorang teman kita, namun yang paling sering terjadi adalah… kita menyimpan rahasia dari teman kita karena kita malu. rahasia itu adalah sesuatu yang memalukan yang membuat kita mengira teman kita akan menciptakan suatu ‘penilaian’ tertentu terhadap kita.

tapi ternyata, sahabat adalah sahabat. orang yang tetap tertawa dan memandang kita sama seperti sebelum kita menceritakan rahasia kita. se-ringan dan semudah itu. dan saya mulai berpikir, kenapa ya saya setengah mati menyimpan rahasia ini dari mereka sebelumnya? begitu pula waktu saya dengar rahasia mereka. saya cuma tertawa, tersenyum, dan simpati. tapi penilaian saya tidak pernah berubah terhadap teman-teman saya.

makan malam dirgahayu malam itu mengajarkan banyak hal buat saya. pertama… alangkah beruntungnya kalau kita bisa menemukan sahabat-sahabat dalam hidup kita. sahabat adalah orang yang bisa menerima kita apa adanya. tidak peduli berapa lama kita berjauhan dengan mereka, pada saat kita bertemu… semuanya tetap sama. kita tidak harus selalu bersama layaknya kembar siam dalam rahim ibu, tapi setelah perpisahan yang lama pun, saat bertemu.. semua tetap sama.

kedua… ternyata orang lain bisa jadi jauh lebih pemaaf daripada yang kita kira. saya kira teman saya akan berubah penilaian setelah mendengar rahasia yang saya simpan selama ini. ternyata tidak. mereka hanya mendengar sambil tertawa. tidak ada perubahan di ekspresi wajah, tidak ada perubahan sikap. kadang kita setengah mati menyimpan sebuah rahasia karena kita pikir akan merusak persahabatan kita. kita berusaha muncul sebagai seseorang yang bukan kita di depan teman kita. ternyata, itu cuma ketakutan kita. mereka tetap menerima kita, apapun rahasia kita. mungkin ada pertengkaran, kemarahan, rasa kecewa. tapi sahabat adalah orang yang pada akhirnya tetap tertawa, sememalukan apapun diri kita.

yang ketiga… peribahasa lama, ‘apa yang keluar dari mulut jauh lebih penting daripada apa yang masuk mulut’, (yang bukan untuk diartikan, jackpot hungover lebih baik daripada mabok-mabok yang dilakukan sebelumnya…). tetapi orang tidak dinilai dari semata-mata apa yang dia makan.

apakah orang yang makan babi akan mati sebagai pendosa tidak peduli berapa banyak amal ibadah yang sudah dia perbuat dan berapa banyak yang dia kontribusikan untuk kebaikan sesamanya? dan apakah orang yang tidak makan babi akan bebas melenggang masuk surga padahal mulutnya suka berkata-kata kotor, membicarakan orang, memukul perempuan, bakar-bakaran tempat ibadah dan dihujat banyak orang karena bikin perkumpulan yang praktis merusak nama satu agama?

saya rasa Tuhan menciptakan babi ada maksudnya. bukan menjadi sesuatu yang sangat dihujat dan sama sekali tidak memberi kegunaan bagi orang banyak.

salah satu buktinya adalah malam itu. pulang menyantap babi, kami berempat tertawa gembira karena baru saja melepas rahasia dan tetap bisa saling menerima antara kami. memang, bisa jadi kejujuran malam itu muncul karena memang sudah saatnya muncul. but i know i have my dear pork to be thankful to…

salam babi.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers