<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>why woman should run a nation</title>
	<atom:link href="http://womanation.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://womanation.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 04:15:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='womanation.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>why woman should run a nation</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://womanation.wordpress.com/osd.xml" title="why woman should run a nation" />
	<atom:link rel='hub' href='http://womanation.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CHANGE atau BYE!</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2012/01/05/change-atau-bye/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2012/01/05/change-atau-bye/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 02:29:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[ngaca sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[waw&#8230; sudah lama banget rasanya tidak menulis. sampai ngga berani liat tanggal terakhir posting. saking lamanya, sampe wajah saya sebenarnya sudah berubah. sudah tidak seperti banner di blog ini. sudah harus ganti. sudah harus diperbarui. apa saja yang berubah? yang jelas adalah rambut sudah 3 kali ganti potongan dan model. mulai dari Victoria Beckham kelindes [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=485&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#808080;">waw&#8230; sudah lama <em>banget</em> rasanya tidak menulis. sampai <em>ngga</em> berani <em>liat</em> tanggal terakhir <em>posting</em>.</span></p>
<p><span style="color:#808080;"><em>saking</em> lamanya, <em>sampe</em> wajah saya sebenarnya sudah berubah. sudah tidak seperti <em>banner </em>di <em>blog </em>ini. sudah harus ganti. sudah harus diperbarui.</span></p>
<p><span style="color:#808080;">apa saja yang berubah? yang jelas adalah <span style="color:#333333;">rambut sudah 3 kali ganti potongan dan model</span>. mulai dari Victoria Beckham <em>kelindes</em> bus, <em>sampe</em> terakhir ke model Emma Watson <em>wannabe but could never be</em>. <em>iya&#8230; iyaa&#8230;</em> nanti saya <em>update</em> lagi <em>banner</em>nya.</span></p>
<p><span style="color:#808080;">ke-absen-an <em>posting</em> diwarnai oleh berbagai kesibukan pekerjaan yang sekarang sedang dipegang. entah karena krisis paruh baya atau apa, tapi setelah hampir 4 tahun bercokol di posisi ini dan memegang <em>brand</em> yang sama, sedikit-sedikit dalam diri saya menginginkan terjadinya perubahan. makanya <em>posting</em> ini saya beri judul <em>change </em>atau<em> bye!</em></span></p>
<p><span style="color:#808080;"><em></em><span style="color:#333333;">kenapa bukan <em>change or die</em> seperti kutipan aslinya</span>? ya karena terlalu ekstrim. biar <em>gimana, </em>ngga<em> akan sampe die</em>-lah. buktinya pegawai-pegawai negeri Indonesia yang sudah berpuluh-puluh tahun hidup dengan etos kerja yang begitu-begitu <em>aja</em>, <em>ngga die-die</em> tuh. dan kenapa <em>bye?</em>.</span></p>
<p><span style="color:#808080;">&#8230; mmm bingung <em>jelasinnya</em>. <em>sebenernya sih</em> karena susah cari kata ber-rima sama yang lain. <em>hehehehe. ngga penting</em>.</span></p>
<p><span style="color:#808080;">semenjak memasuki usia tertentu (yang tidak boleh disebutkan di sini), tiba-tiba melintas di pikiran untuk mulai merubah jalan hidup. selama ini saya selalu hidup dengan ekspektasi orang lain, yang <em>mainly</em> orang lain itu adalah orang tua saya sendiri. dan belakangan ini, perasaan kurang <em>sreg</em> semakin terasa. </span></p>
<p><span style="color:#808080;">penyebabnya memang bisa banyak. bisa karena tadi, krisis paruh baya. atau karena memang ada kebutuhan rohani yang tidak/belum terpenuhi, alias belum <em>totally</em> bahagia. seringkali setiap hari dilewatkan dengan keterpaksaan. dan <em>bikin</em> dalam hati bertanya-tanya, <em>sampe kapan mau begini ya? </em></span></p>
<p><span style="color:#333333;"><em>pengen sekali-kali ngerasain bangun pagi ngga sabar untuk kerja (which is</em> saya yakin JARANG terjadi di dalam kehidupan pembaca yang budiman). ngaku!</span></p>
<p><span style="color:#808080;">nah, bagaimana saya bisa tahu mana penyebab yang benar? krisis paruh baya atau karena memang ada kebutuhan yang belum terpenuhi? <em>either way</em>, tidak masalah. <em>life&#8217;s too short to be worry</em>. namanya pilihan, selalu ada konsekuensi. dan dengan memutuskan memilih jalan yang berbeda dibandingkan yang selama ini saya rintis, saya menjudikan nasib saya. tapi hasilnya kan <em>fifty-fifty</em>. bisa gagal dan <em>tetep berasa sengsoro</em>, bisa juga jadi berubah drastis bahagia.</span></p>
<p><span style="color:#808080;">mengetahui adanya kemungkinan <em>fifty-fifty</em> itu, <em>bikin</em> saya semangat untuk menjalani <em>change </em>itu. dan semua dimulai sedikit-sedikit. dan sepertinya juga oleh Yang Di Atas sana, dibuka jalannya sedikit-sedikit. walau sempat ragu-ragu, akhirnya sedikit-sedikit saya memberanikan diri belok arah dan mencoba mengambil resiko dari sebuah pilihan. kalo <em>ngga </em>sekarang, kapan lagi?</span></p>
<p><span style="color:#808080;">beberapa perubahan yang saya ambil itu adalah :</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#333333;">memotong rambut dari sepinggang menjadi seleher dan akhirnya, cuma beberapa senti dari kulit kepala</span><br />
<span style="color:#808080;">perubahan ini menghemat tenaga dan uang. tidak perlu blow dan catok setiap mau pergi dan tampil. dan pengeluaran untuk <em>shampoo</em> jadi berkurang. anehnya, waktu yang dihabiskan untuk <em>dandan</em> di pagi hari kok <em>ngga</em> berkurang? <em>teteeep aja </em>telat berangkat kantor. dasar perempuan&#8230;.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">menerima tawaran <em>boss</em> untuk memilih jalur lain di dalam profesi kantor.</span><br />
<span style="color:#808080;">selama ini Beliau melihat <em>passion</em> saya jauh lebih besar di bidang desain daripada <em>brand</em>. saya <em>sempet keukeuh</em> bahkan sampai bawa-bawa argumen <em>kalo </em>saya dulu kuliah bidang <em>brand </em>saja bisa lulus <em>cum laude</em>, kenapa ini <em>ngga </em>bisa? tetapi saya pikir-pikir lagi, kenapa <em>ngga?<br />
</em>segala bidang bisa dijadikan bahan pembelajaran. dan <em>kalo </em>memang <em>boss</em> besar menilai saya bagus di situ, kenapa tidak dicoba? mengerjakan sesuatu yang jadi hobi saya&#8230; hmmm, bisa jadi kemungkinan saya bangun dengan bersemangat setiap hari untuk masuk kerja jadi terbuka lebar.</span></li>
<li><span style="color:#333333;">mengungkapkan apa yang jadi trauma pekerjaan saya selama ini</span><br />
<span style="color:#808080;">saya sempat mengalami sebuah trauma. entah benar trauma atau saya melebih-lebihkan saja, tapi peristiwa di pekerjaan itu cukup membuat saya tertekan selama beberapa masa. dan menurut saya, peristiwa itu juga cukup berkontribusi dalam terbentuknya saya sebagai pribadi kerja di masa sekarang.</span><br />
<span style="color:#808080;">kemarin sewaktu ada kesempatan membuka cerita itu di depan <em>boss</em> besar, saya sempat ragu-ragu dan ingin mengubur saja dalam-dalam. tapi saya pikir-pikir lagi&#8230; mungkin dengan bercerita, bukan berarti saya membuka kejelekan seseorang, tapi juga bisa berarti penyembuhan jiwa saya sendiri. <em>so i took that chance!</em></span></li>
</ol>
<p><span style="color:#808080;">lalu apa yang terjadi setelah saya melakukan perubahan-perubahan tersebut di atas?</span></p>
<p><span style="color:#808080;">untuk masalah rambut, sejauh ini komentarnya positif-positif. atau&#8230; takut komen negatif karena takut sama saya? <em>hehehe</em>. ada yang bilang, <em>&#8220;wah, keliatan lebih muda, lebih fresh!&#8221;</em>, yang artinya <em>&#8220;dulu lo tua banget keliatannya and kucel&#8221;</em>. <em>and</em> seperti tadi saya bilang, walaupun tidak ada pengurangan durasi yang dihabiskan untuk dandan di pagi hari, tapi paling tidak listrik rumah berkurang beberapa <em>watt</em> (dari penguruangan pemakaian <em>hairdryer</em> dan <em>catokan</em>) dan, beberapa rupiah berkurang untuk pembelian <em>shampoo </em>dan <em>conditioner</em>. </span></p>
<p><span style="color:#808080;">tapi ada penambahan sedikit di <em>budget</em> untuk pembelian  <em>hair wax</em>. <em>again, </em>dasar perempuan&#8230;.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#808080;">untuk pekerjaan, kebetulan baru kemarin <em>ditawarain boss</em> dan <em>belum</em> ada kelanjutan <em>story-</em>nya. tapi semoga saja perubahan ini membawa nasib yang lebih baik. <em>at least </em>bisa jadi motivasi kerja jadi lebih baik dari sebelumnya. <em>fifty-fifty</em>.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#808080;">untuk poin yang terakhir juga belum ada <em>follow up</em> dari pihak Beliau. tapi yang jelas, perubahan mulai terjadi di dalam diri saya. saya mulai merasa sedikit lega. paling tidak trauma ini sudah bukan jadi konsumsi pribadi yang sedikit demi sedikit memakan kapabilitas saya sebagai manusia unggul. adanya perubahan sesudah itu atau tidak, semuanya saya serahkan pada pak <em>boss</em> tercinta yang sudah bersedia mendengarkan saya.</span></p>
<p><span style="color:#808080;">kenapa <em>change</em> atau <em>bye?</em> </span></p>
<p><span style="color:#808080;">karena kalau tidak mau berubah dengan situasi saat ini, maka artinya kita juga harus mengucapkan <em>bye</em> atau selamat tinggal kepada kemungkinan-kemungkinan <em>fifty-fifty</em> tadi. kemungkinan untuk lebih bahagia, lebih lega, dan lebih muda.</span></p>
<p><span style="color:#808080;">kan ada kemungkinan <em>fifty</em> lain yang jeleknya? <em>well&#8230;</em> semua bisa terjadi atas kehendak Yang Punya Sandiwara. tapi dengan positif memikirkan kemungkinan yang lebih baik, mudah-mudahan diberi jalan juga untuk mendapatkan hal-hal yang lebih baik.</span></p>
<p><span style="color:#333333;"><em>change or bye.</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=485&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2012/01/05/change-atau-bye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jangan cuma menghujat cina</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2011/05/18/jangan-cuma-menghujat-cina/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2011/05/18/jangan-cuma-menghujat-cina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 03:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[karena populasinya yang sangat banyak dan tersebar di seluruh dunia, Cina termasuk ras yang ditakuti kehadirannya. wujud ketakutan muncul dalam berbagai jenis. salah satunya dengan hujatan bahwa mereka rakus, pelit dan tukang tiru. despite of semua penilaian jelek itu, setiap ras sebenarnya punya kebaikan dan keburukan, dan alangkah tidak adil kalau karena kita hanya menghujat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=463&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#888888;">karena populasinya yang sangat banyak dan tersebar di seluruh dunia, Cina termasuk ras yang ditakuti kehadirannya. wujud ketakutan muncul dalam berbagai jenis. salah satunya dengan hujatan bahwa mereka rakus, pelit dan tukang tiru. <em>despite of </em>semua penilaian jelek itu, setiap ras sebenarnya punya kebaikan dan keburukan, dan alangkah tidak adil kalau karena kita hanya menghujat dan tidak melihat sisi lain dari sebuah individu, kelompok atau pun ras.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">salah satu sisi hebat dari Cina adalah seorang pengarang wanita yang berhasil merekam sisi gelap Cina yang membuat ras itu tersebar di seluruh negri. yakni selain karena kehebatan ras itu sendiri dalam mengembangkan kemampuan dan ilmu pengetahuannya, juga karena tersebarnya bayi-bayi perempuan Cina akibat sistem di dalam negara yang kurang berpihak pada bayi perempuan.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">lagi-lagi, hal ini bukan sesuatu yang harus dihujat. Xin Ran sang pengarang dengan jujur dan tidak berpihak, menceritakan bagaimana kesedihan ibu-ibu yang mungkin dipandang orang luar tak berbelas kasihan karena tega membunuh bayi pada saat baru lahir karena ketahuan jenis kelaminnya perempuan. salah satu sebabnya adalah karena tuntutan sistem negara -yang tadi saya bilang- tidak berpihak pada perempuan.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">KOMPAS kasi saya tugas buat bikin <em>cover</em> buat buku ini. suatu kehormatan buat saya karena bukunya adalah <em>best seller</em>. saya dikasi <em>sample</em>-nya buat baca <em>and </em>menghayati isi di <em>dalem</em>nya. walhasil, selesai baca, mata saya bengkak abis. <em>and </em>butuh beberapa hari buat merangkai inspirasi <em>cover</em> buku yang sangat menggugah emosi ini. saya menawarkan 2 versi untuk <em>cover</em>nya. saya belum tahu mana yang dipilih, tapi mudah-mudahan teman-teman KOMPAS buku suka.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2011/05/xinran-opt-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-464" title="XINRAN opt 1" src="http://womanation.files.wordpress.com/2011/05/xinran-opt-1.jpg?w=500" alt=""   /></a></span></p>
<p><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2011/05/xinran-opt-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-465" title="XINRAN opt 2" src="http://womanation.files.wordpress.com/2011/05/xinran-opt-2.jpg?w=500" alt=""   /></a><span style="color:#888888;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#888888;">jangan lupa baca, apalagi setelah bukunya berganti sampul saya. <em>cihuyyy&#8230;</em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=463&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2011/05/18/jangan-cuma-menghujat-cina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://womanation.files.wordpress.com/2011/05/xinran-opt-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">XINRAN opt 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://womanation.files.wordpress.com/2011/05/xinran-opt-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">XINRAN opt 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>babi kejujuran</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2011/05/16/babi-kejujuran-2/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2011/05/16/babi-kejujuran-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 22:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[ngaca sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[posting awalnya dibuka dengan kalimat&#8230; wah sudah lama ngga posting nih&#8230; kemudian dilanjutkan dengan kalimat&#8230; sialan, barusan postingan udah cape-cape bikin, ngga nongol sama sekali isinya! kehapus total! well, apakah karena topiknya karena babi? setelah sekian lama tidak kongkow bareng, 4 sahabat akhirnya memutuskan untuk kumpul merayakan dirgahayunya ManisMan. dikarenakan 4 sahabat sebenarnya datang dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=458&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#999999;">posting awalnya dibuka dengan kalimat&#8230; <em>wah sudah lama ngga posting nih&#8230;</em> kemudian dilanjutkan dengan kalimat&#8230; <em>sialan, barusan postingan udah cape-cape bikin, ngga nongol sama sekali isinya! kehapus total!</em></span></p>
<p><span style="color:#999999;"><em>well,</em> apakah karena topiknya karena babi?</span></p>
<p><span style="color:#999999;">setelah sekian lama tidak <em>kongkow bareng</em>, 4 sahabat akhirnya memutuskan untuk kumpul merayakan dirgahayunya ManisMan. dikarenakan 4 sahabat sebenarnya datang dari asal 4 agama yang berbeda dan agama bukanlah sebuah isu sentral di antara kami, dirgahayu dirayakan di restoran yang menjual babi panggang asal Bali yang baru buka di daerah Kelapa Gading. walaupun beda dengan babi Roma punya Pak Tony yang biasa kita makan, ternyata si babi panggang mbak Nuri ini punya keistimewaan lain yang lebih luar biasa dibandingkan babi dari Roma punya pak Tony.</span></p>
<p><span style="color:#999999;">setelah menyantap 4 porsi babi panggang yang menurut ManisMan sangat &#8216;bau babi&#8217;, 4 sahabat memulai sesi berikutnya, yakni <em>gossip</em>. yang aneh dibandingkan dengan sesi-sesi sebelumnya, sesi kali ini dipenuhi dengan yang namanya kejujuran. sekonyong-konyong, setelah makan babi, keluarlah rahasia yang selama ini dipendam antara kita. rahasia yang berkaitan dengan kecurangan, ketidaksukaan, dan sampai ke perselingkuhan&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#999999;"><span style="color:#333333;">ternyata yang namanya sahabat, bukan berarti tidak ada rahasia<em> </em>antara kita.</span> pernah nonton serial <em>Desperate Housewives?</em> itu adalah salah satu serial favorit saya. salah satu cerita di dalamnya adalah antara temanpun kadang-kadang kita saling menyimpan rahasia. sebenarnya bukan rahasia yang menyinggung satu sama lain, tapi tetap kita simpan bisa karena berbagai alasan. bisa jadi rahasia itu berhubungan dengan kehidupan salah seorang teman kita, namun yang paling sering terjadi adalah&#8230; kita menyimpan rahasia dari teman kita karena kita malu. rahasia itu adalah sesuatu yang memalukan yang membuat kita mengira teman kita akan menciptakan suatu &#8216;penilaian&#8217; tertentu terhadap kita.</span></p>
<p><span style="color:#999999;">tapi ternyata, sahabat adalah sahabat. orang yang tetap tertawa dan memandang kita sama seperti sebelum kita menceritakan rahasia kita. se-ringan dan semudah itu. dan saya mulai berpikir, kenapa ya saya setengah mati menyimpan rahasia ini dari mereka sebelumnya? begitu pula waktu saya dengar rahasia mereka. saya cuma tertawa, tersenyum, dan simpati. tapi penilaian saya tidak pernah berubah terhadap teman-teman saya.</span></p>
<p><span style="color:#999999;">makan malam dirgahayu malam itu mengajarkan banyak hal buat saya. <span style="color:#333333;"><em>pertama&#8230;</em> alangkah beruntungnya kalau kita bisa menemukan sahabat-sahabat dalam hidup kita.</span> sahabat adalah orang yang bisa menerima kita apa adanya. tidak peduli berapa lama kita berjauhan dengan mereka, pada saat kita bertemu&#8230; semuanya tetap sama. kita tidak harus selalu bersama layaknya kembar siam dalam rahim ibu, tapi setelah perpisahan yang lama <em>pun, </em>saat bertemu.. semua tetap sama.</span></p>
<p><span style="color:#999999;"><span style="color:#333333;"><em>kedua</em>&#8230; ternyata orang lain bisa jadi jauh lebih pemaaf daripada yang kita kira.</span> saya kira teman saya akan berubah penilaian setelah mendengar rahasia yang saya simpan selama ini. ternyata tidak. mereka hanya mendengar sambil tertawa. tidak ada perubahan di ekspresi wajah, tidak ada perubahan sikap. kadang kita setengah mati menyimpan sebuah rahasia karena kita pikir akan merusak persahabatan kita. kita berusaha muncul sebagai seseorang yang bukan kita di depan teman kita. ternyata, itu cuma ketakutan kita. mereka tetap menerima kita, apapun rahasia kita. mungkin ada pertengkaran, kemarahan, rasa kecewa. tapi sahabat adalah orang yang pada akhirnya tetap tertawa, sememalukan apapun diri kita.</span></p>
<p><span style="color:#999999;"><span style="color:#333333;"><em>yang ketiga</em>&#8230; peribahasa lama, &#8216;<em>apa yang keluar dari mulut jauh lebih penting daripada apa yang masuk mulut&#8217;</em></span>, (yang bukan untuk diartikan, <em>jackpot hungover</em> lebih baik daripada <em>mabok-mabok</em> yang dilakukan sebelumnya&#8230;). tetapi orang tidak dinilai dari semata-mata apa yang dia makan.</span></p>
<p><span style="color:#999999;">apakah orang yang makan babi akan mati sebagai pendosa tidak peduli berapa banyak amal ibadah yang sudah dia perbuat dan berapa banyak yang dia kontribusikan untuk kebaikan sesamanya? dan apakah orang yang tidak makan babi akan bebas melenggang masuk surga padahal mulutnya suka berkata-kata kotor, membicarakan orang, memukul perempuan, <em>bakar-bakaran</em> tempat ibadah dan dihujat banyak orang karena <em>bikin </em>perkumpulan yang praktis merusak nama satu agama?</span></p>
<p><span style="color:#999999;">saya rasa Tuhan menciptakan babi ada maksudnya. bukan menjadi sesuatu yang sangat dihujat dan sama sekali tidak memberi kegunaan bagi orang banyak.</span></p>
<p><span style="color:#999999;">salah satu buktinya adalah malam itu. pulang menyantap babi, kami berempat tertawa gembira karena baru saja melepas rahasia dan tetap bisa saling menerima antara kami. memang, bisa jadi kejujuran malam itu muncul karena memang sudah saatnya muncul. <span style="color:#333333;"><em>but i know i have my dear pork to be thankful to&#8230;</em></span></span></p>
<p><span style="color:#999999;">salam babi.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/458/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/458/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/458/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=458&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2011/05/16/babi-kejujuran-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>women&#8217;s right to shoes</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2011/02/18/womens-right-to-shoes/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2011/02/18/womens-right-to-shoes/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 02:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[FAST-shion]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Raya]]></category>
		<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=443&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2011/02/fashion-shoes1.jpg"></a><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2011/02/fashion-shoes2.jpg"></a><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2011/02/dedicated-to-my-jakarta.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-449" title="dedicated-to-my-Jakarta" src="http://womanation.files.wordpress.com/2011/02/dedicated-to-my-jakarta.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=443&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2011/02/18/womens-right-to-shoes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://womanation.files.wordpress.com/2011/02/dedicated-to-my-jakarta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dedicated-to-my-Jakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VIRGIN</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2011/02/17/virgin/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2011/02/17/virgin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 04:35:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>
		<category><![CDATA[politik jenis kelamin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=435&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2011/02/virginity1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-437" title="virginity" src="http://womanation.files.wordpress.com/2011/02/virginity1.jpg?w=500" alt="virginity by womanation"   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=435&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2011/02/17/virgin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://womanation.files.wordpress.com/2011/02/virginity1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">virginity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>nasionalisme di baju-ku</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2010/10/01/nasionalisme-di-baju-ku/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2010/10/01/nasionalisme-di-baju-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 04:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[FAST-shion]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Raya]]></category>
		<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Negara saya akan menjadi nasionalis mendadak dalam 2 hari ke depan ini. Tanggal 2 oktober ditetapkan oleh PBB sebagai Hari Batik Nasional Indonesia. Excitement-nya sudah terasa dari seminggu sebelumnya. Kerumunan cewek-cewek sudah mulai janjian bareng-bareng belanja batik di mal-mal terdekat dan yang paling affordable. Di kantor saya sendiri, batik bukan merupakan excitement lagi. Sejak setahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=416&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#585858;">Negara saya akan menjadi nasionalis mendadak dalam 2 hari ke depan ini. Tanggal 2 oktober ditetapkan oleh PBB sebagai Hari Batik Nasional Indonesia. <em>Excitement</em>-nya sudah terasa dari seminggu sebelumnya. Kerumunan <em>cewek-cewek</em> sudah mulai <em>janjian bareng-bareng</em> belanja batik di <em>mal-mal</em> terdekat dan yang paling <em>affordable</em>.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Di kantor saya sendiri, batik bukan merupakan <em>excitement</em> lagi. Sejak setahun yang lalu, batik sudah ditetapkan sebagai seragam ‘wajib’ dipakai setiap hari Senin, agak beda dengan kantor-kantor lain, yakni sebagian besar hari batik wajibnya adalah hari Jumat atau akhir minggu. Karena sifatnya yang menjadi ‘kewajiban Senin’ itulah, bagi kami, batik lebih cenderung kepada beban dibandingkan ‘belanja atau <em>dresscode</em> <em>hepi-hepi’</em>.</span></p>
<p><span style="color:#585858;"><em>Excitement</em> tersebut sebenarnya adalah bentuk cinta sejati kepada batik, ataukah hanya sekedar rasa puas karena sudah menang perseteruan dengan tetangga dan ikut-ikutan <em>trend</em> semata? Lalu, apakah batik yang Anda miliki sebenarnya sudah masuk kategori benar-benar batik, atau sebenarnya hanya sekedar tekstil dengan motif penuh yang ‘bertopeng’ sebagai batik?</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Salah satu ilmu yang saya dapatkan dari menjadi panitia acara <em>grosir gathering</em> di Jogjakarta digabung dengan menjadi anak seorang laki-laki asli Jawa Tengah membuat saya tahu bahwa batik sendiri hanya ada dua jenis, batik tulis dan batik cap. Saya sendiri hanya punya 3 batik tulis yang berbentuk <em>samping</em> (kain <em>bawahan</em>) yang hanya ‘keluar kandang’ <em>kalo kondangan</em> saja karena <em>make</em>-nya <em>ribet</em>.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Batik tulis biasanya digambar di atas kain semi sutera atau sutera. Digambarnya dengan menggunakan canting, yakni diawali dengan mengambar polanya di atas kertas, yang kemudian di<em>copy</em> ke atas kain. Tapi si canting ini bukan untuk mewarnai. Lilin di dalam canting fungsinya hanya melindungi kain dari pewarnaan. Dan warnanya sendiri sebisa mungkin berasal dari alam, kecuali untuk jenis-jenis warna lain yang lebih variatif. Contohnya, untuk Yogyakarta biasanya batik monokromatik seperti ParangRusak. Mega Mendung dar Cirebon lebih dominan biru dan/atau ungu, batik Lasem, Pekalongan, Madura sendiri identik dengan motif bunga-bunga dan warna yang lebih cerah.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Mengingat cara pembuatan dan bahan-bahannya yang bisa masuk kategori sulit, maka tidak heran kalau batik tulis termasuk mahal. Tips memilikinya dengan lebih <em>affordable</em>? Langsung datang ke pembuatnya, jangan ke toko kain.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Karena batik tulis relatif mahal, maka <em>ditemuin</em> bentuk lain yang lebih <em>affordable</em>, yakni batik cap dengan Menggunakan cap khusus. Jika penggambaran dengan canting bisa memakan waktu berminggu-minggu, maka dengan cap, batik bisa dibuat dengan lebih cepat sehingga menguntungkan untuk stimulasi industri, dimana dalam jangka waktu yang sama, industry bisa memproduksi batik cap lebih banyak dibandingkan memproduksi batik tulis.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Bisa jadi pula si cap dikombinasi dengan tulis, yakni dikenal dengan nama semi-tulis. <em>Kalo</em> tidak salah, motif semi-tulis salah satunya adalah parangrusak yang merupakan motif repetisi. Walaupun berbeda, tapi ada satu kesamaan ciri-ciri batik tulis dan batik cap, yakni motifnya menembus hingga ke sisi lain kain, sehingga bisa dipakai bolak-balik.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Nah, <em>kalo</em> kita sekarang datang ke pusat-pusat perbelanjaan seperti pusat-pusat grosir, dimana banyak batik bergelimpangan dengan mode beraneka ragam, apakah itu batik? Menurut saya bukan.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Jika dilihat sekilas, memang beberapa batik yang dijual bebas di pasaran dengan model-model <em>trendy</em> itu sangat mirip dengan batik aslinya. Tetapi kalau kita teliti, biasanya motif batik itu tidak menembus ke sisi lain kainnya. <em>gawatnya </em>lagi, beberapa motif dibuat mirip <em>percis </em> dengan aslinya, padahal sebenarnya batik itu adalah impor dari Cina, negara yang sangat pintar dari segi duplikasi barang se-<em>original</em> dan dari <em>brand </em>apapun. si tukang tiru kelas <em>wahid</em>!<br />
</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Di kantor saya juga sama, karena karakteristiknya yang sudah berulang beberapa kali, teman-teman yang awalnya benar-benar memakai batik dan <em>excited</em> menambah koleksi batik dalam lemari bajunya, pada akhirnya ‘cuma’ <em>pake </em>baju yang ‘asal’ bermotif penuh. Khususnya para perempuan .</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Suatu Senin ManisMan muncul di kantor dengan terusan warna biru.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">“perasaan baju <em>lo </em>bukan batik<em> deh</em>,” ujar saya.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">“<em>emberrr</em>… ini <em>kan </em>motif <em>paisley</em>,” jawab ManisMan.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Saya tertawa dan dibalas lagi dengan ucapan cuek khas ManisMan,</span></p>
<p><span style="color:#585858;">“<em>bodo ah</em>. Yang penting motif”</span></p>
<p><span style="color:#585858;"><em>That simple</em>.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Coba kita lihat ke belakang pada saat kita jadi siswa SD, SMP dan SMA. Sekolah mewajibkan kita untuk memakai seragam batik di setiap hari Jum’at. Tanpa tahu esensi dan tanpa pernah diajarkan sama sekali mengenai batik –jenis maupun sejarah dan cara pembuatannya–, otak kita mentah-mentah di­-<em>brainwash</em> mengenai konsep si batik itu sendiri dan …. Tidak tepat. Coba ingat-ingat, motif batik Anda waktu masih di bangku sekolah. Apa iya kemeja dengan motif <em>print</em> Hawaii dengan corak Tut Wuri Handayani itu disebut sebagai : Batik?</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Pada saat batik diklaim oleh Malaysia sebagai salah satu hasil kebudayaan mereka, kita ribut-ribut<em> panas ati</em> mati-matian membela ‘hasil kebudayaan’ kita itu. Tetapi kalau kita telaah lebih lanjut, sebenarnya apakah benar memang kita cinta dan ingin melestarikan serta membudayakan batik di dalam negeri kita sendiri padahal sebenarnya yang kita pakai adalah batik <em>abal-abal</em> yang sebenarnya bukan hasil produsen Indonesia, melainkan tiruan KW Super dari Cina?</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Apa esensi dari teriakan kita, kalau ternyata sejak bangku sekolah kita malah mendidik anak-anak kita bahwa definisi batik adalah <em>print </em>Hawaii yang dipaksakan dengan motif Tut Wuri Handayani?</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Apa esensi dari teriakan kita, kalau akhirnya pengrajin-pengrajin batik tetap miskin dan tidak maju, dan <em>cuan</em> dari penjualan batik dan devisa negara tetap masuk ke kantongnya <em>enci-enci </em>dan <em>engko-engko</em> dari negeri Tirai Bambu?</span></p>
<p><span style="color:#585858;">tapi saya juga <em>ngga</em> bisa berkutik apa-apa waktu menghadiri malam <em>gala dinner</em> pengumpulan dana untuk pembangunan gereja dimana satu <em>seat</em>nya berharga 5 juta Rupiah dan di dalamnya dilelang batik almarhum Iwan Tirta dan piring keramik dengan motif batik. kenapa tidak berkutik, karena untuk karya asli yang benar-benar batik itu, lelang harganya saja sudah dimulai dari angka lima puluh juta Rupiah.</span></p>
<p><span style="color:#585858;">Efek <em>wine tasting</em> (yang merupakan bagian dari acara) sebanyak 10 gelas, membuat Dodonat (yang kebetulan jadi <em>partner</em> saya malam itu) bolak-balik mengancam,</span></p>
<p><span style="color:#585858;">&#8220;awas ya <em>lu kalo </em>berani-berani salah angkat tangan. <em>gue ngga </em>mau tanggung jawab!&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#585858;"><em>So&#8230; </em>esensi dari batik masa kini yang banyak bertebaran di pasaran <em>and sebenernya</em> adalah hasil karya <em>enci-enci</em> dari negeri <em>nun </em>jauh di sana dan bukan hasil karya pengrajin batik domestik yang rela puasa 7 hari 7 malam sebelum menenun kain sutra batik adalah <em>mbak-mbak</em> dan mas-mas <em>tetep</em> bisa <em>ha-ha-hi-hi</em> merasan bergaya<em> stylish</em> dengan batik <em>kodian</em> tanpa <em>kuatir </em>kantong <em>bolong </em>dan tetap dengan bangga berteriak dan mengaku lantang, &#8216;Nasionalis!!&#8217;</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=416&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2010/10/01/nasionalisme-di-baju-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ironi gedung baru</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2010/09/08/ironi-gedung-baru/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2010/09/08/ironi-gedung-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 09:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Raya]]></category>
		<category><![CDATA[ngaca sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menjadi gossip selama lebih dari satu tahun, akhirnya diputuskan juga kepindahan kantor kami ke gedung baru. Tidak hanya itu, lokasi pun dengar-dengar sudah diputuskan. Tapi seperti biasa, di awal-awal informasi belum bocor sehingga membuat kroco-kroco seperti kami ini mulai melakukan investigasi. Marketing director kami tergolong pria dengan selera tinggi. Sekolahnya di bidang arsitektur dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=404&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#888888;">Setelah menjadi </span><em><span style="color:#888888;">gossip</span></em><span style="color:#888888;"> selama lebih dari satu tahun, akhirnya diputuskan juga kepindahan kantor kami ke gedung baru. Tidak hanya itu, lokasi pun dengar-dengar sudah diputuskan. Tapi seperti biasa, di awal-awal informasi belum bocor sehingga membuat </span><em><span style="color:#888888;">kroco-kroco</span></em><span style="color:#888888;"> seperti kami ini mulai melakukan investigasi.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2010/09/gedung-lama.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-411" title="gedung lama tercinta" src="http://womanation.files.wordpress.com/2010/09/gedung-lama.jpg?w=500" alt=""   /></a> </span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><em><span style="color:#888888;">Marketing director</span></em><span style="color:#888888;"> kami tergolong pria dengan selera tinggi. Sekolahnya di bidang arsitektur dan hobinya di bidang desain membuat kami 100% yakin akan pindah ke gedung yang lebih nyaman, elegan, dan lebih bagus dari sekarang.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Sebagian besar teman-teman berharap kita keluar dari kawasan industri. Selain karena dianggap </span><em><span style="color:#888888;">ngga keren banget!</span></em><span style="color:#888888;">, lokasi juga membuat pencarian sesuap nasi untuk makan siang lebih sulit. Jarang tempat gaul yang </span><em><span style="color:#888888;">genah</span></em><span style="color:#888888;"> dan terjamin bebas bakteri </span><em><span style="color:#888888;">e colli</span></em><span style="color:#888888;">. Rumah makan dengan AC (atau </span><em><span style="color:#888888;">at </span></em><span style="color:#888888;">least kipas angin) berjarak lebih dari setengah jam dari kantor kami, sehingga Warung Amigos (Agak Minggir Got Sedikit) sudah pasti jadi langganan setiap makan siang.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Alasan kedua adalah karena nama jalan kantor kami sangat-sangat tidak menjual untuk disebut, </span><em><span style="color:#888888;">rawa gatel</span></em><span style="color:#888888;">. Entah apa yang dipikirkan orang yang menciptakan nama jalan ini dulu. Yang jelas, jika maksud orang itu adalah agar reaksi orang yang mendengar jawaban kami saat ditanya alamat kantor adalah tertawa keras atau diam tapi memandang hina, maka usaha beliau berhasil dengan gemilang.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pembangunan infrastruktur jalan yang tidak merata adalah alasan ketiga. Entah kenapa, pengembang kawasan industri memutuskan hanya memasang jalan beton sepanjang 100 meter sebagai usaha memperbaiki jalan depan kantor yang sering rusak dan bolong-bolong. Dan beton yang keren itu dibangun tepat berhenti di sebelum depan kantor kami. Pemasangan beton setinggi hampir 20cm yang ‘pilih kasih’ itu membuat jalan di depan kami menampung air hujan dan tergenang seperti kolam ikan, dimana air tidak tahu harus ‘berlari’ kemana. Begitu pula kami –yang tidak tahu harus berlari kemana– pada saat hujan deras dan jalan banjir besar. Kecuali punya mobil jenis amphibi seperti Hummer.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2010/09/rawa-gatel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-410" title="banjir selutut di depan kantor" src="http://womanation.files.wordpress.com/2010/09/rawa-gatel.jpg?w=500" alt=""   /></a> </span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Lengkaplah sudah sebutan Rawa Gatel pada jalan kantor kami.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Sayangnya, harapan tinggal harapan. Berita bahwa kantor hanya pindah 3 nomer yang justru semakin menjorok ke dalam jalan yang sama bagaikan petir di siang bolong.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“hah! </span><em><span style="color:#888888;">Sumpe lo!</span></em><span style="color:#888888;"> </span><em><span style="color:#888888;">Gue</span></em><span style="color:#888888;"> pikir kita bakal pindah ke daerah Sudirman!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“Mana mungkin, </span><em><span style="color:#888888;">cuy! Denger-denger </span></em><span style="color:#888888;">ini politik jenis kelamin! Ada pihak-pihak tertentu yang mempengaruhi supaya kantor kita </span><em><span style="color:#888888;">kagak </span></em><span style="color:#888888;">pindah ke luar kawasan industri </span><em><span style="color:#888888;">laknat</span></em><span style="color:#888888;"> ini!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“masa sih?”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“menurut </span><em><span style="color:#888888;">looo?</span></em><span style="color:#888888;"> </span><em><span style="color:#888888;">si babe kan</span></em><span style="color:#888888;"> rumahnya di ujung dunia </span><em><span style="color:#888888;">gitu</span></em><span style="color:#888888;">. </span><em><span style="color:#888888;">Kalo</span></em><span style="color:#888888;"> dia </span><em><span style="color:#888888;">pengen </span></em><span style="color:#888888;">pindah ya harusnya menuju Sudirman </span><em><span style="color:#888888;">dong</span></em><span style="color:#888888;">. Biar </span><em><span style="color:#888888;">makin deket </span></em><span style="color:#888888;">ke rumahnya! </span><em><span style="color:#888888;">Ya ngga sih</span></em><span style="color:#888888;">?”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Semua orang </span><em><span style="color:#888888;">manggut-manggut</span></em><span style="color:#888888;"> dan memenuhi otaknya dengan kecurigaan dan prasangka.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Belum lagi, pembicaraan mengenai si gedung baru yang rupanya belum pernah kita lihat itu.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">tau ngga sih lo</span></em><span style="color:#888888;">, </span><em><span style="color:#888888;">tuh</span></em><span style="color:#888888;"> gedung katanya bekas pembunuhan!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">hah!</span></em><span style="color:#888888;"> Yang </span><em><span style="color:#888888;">bener lo?”</span></em></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“iya. </span><em><span style="color:#888888;">Udah gitu</span></em><span style="color:#888888;">, </span><em><span style="color:#888888;">udah </span></em><span style="color:#888888;">lama </span><em><span style="color:#888888;">banget ditinggalin, kagak ada </span></em><span style="color:#888888;">yang </span><em><span style="color:#888888;"> nempatin!</span></em><span style="color:#888888;"> Pasti banyak setannya!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">yo oloooh!</span></em><span style="color:#888888;"> Di sini aja </span><em><span style="color:#888888;">udah </span></em><span style="color:#888888;">banyak setannya! Di sana lebih banyak lagi? </span><em><span style="color:#888888;">Edan!”</span></em></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Makin kacaulah otak para karyawan yang sebelumnya sudah dipenuhi kecurigaan dan prasangka, makin Pol ditambah dengan ketakutan yang tidak beralasan.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Dengan berbekal kecurigaan, prasangka, ketakutan plus rasa kecewa, sepulang makan siang di salah satu cabang Amigos kawasan industri, kami memutuskan mampir ke calon kantor baru. </span><em><span style="color:#888888;">Tak kenal maka tak sayang</span></em><span style="color:#888888;">.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Begitu masuk, kami sudah disambut gudang besar dengan tumbuhan liar di sekelilingnya.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“yang ini?”, Dodonat membelalak.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><em><span style="color:#888888;">Ternyata bukan</span></em><span style="color:#888888;">.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Sepanjang jalan dari gerbang depan hingga ke kantor yang dituju harus melewati 2 gudang besar lagi yang sudah lama tidak terpakai. </span><em><span style="color:#888888;">Bayangkan</span></em><span style="color:#888888;"> </span><em><span style="color:#888888;">betapa banyaknya setan-setan bergentayangan di sana!</span></em><span style="color:#888888;"> Tanaman merambat liar yang belum dipangkas membuat rasa </span><em><span style="color:#888888;">ilfil</span></em><span style="color:#888888;"> semakin mendalam. Tiba-tiba keberadaan mas Lani si tukang taman di kantor sekarang sangat disyukuri oleh semua orang yang ada di dalam mobil itu.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Gedung yang akan menjadi kantor masa depan kita bagaikan Puskesmas terbengkalai kalau dilihat dari luar. 3 ekor angsa yang </span><em><span style="color:#888888;">super galak</span></em><span style="color:#888888;"> hampir menerkam kami saat keluar dari mobil. Gedung macam apa ini kok penjaganya bukan anjing tapi malahan </span><em><span style="color:#888888;">soang</span></em><span style="color:#888888;">?</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Untuk naik ke lantai dua –tempat </span><em><span style="color:#888888;">brand management</span></em><span style="color:#888888;"> akan </span><em><span style="color:#888888;">mangkal</span></em><span style="color:#888888;"> nantinya– belum dibangun tangga. Jadi terpaksalah kami harus naik lewat tangga besi darurat yang mirip dengan tangga yang dipasang di rumah menuju tempat jemuran.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">lu</span></em><span style="color:#888888;"> sebaiknya nanti jangan </span><em><span style="color:#888888;">pake high heels</span></em><span style="color:#888888;"> lagi deh, karena berisik, </span><em><span style="color:#888888;">bo</span></em><span style="color:#888888;">, pas </span><em><span style="color:#888888;">lo naek</span></em><span style="color:#888888;"> tangga!” ujan Dodonat pada saya.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">lah? </span></em><span style="color:#888888;">Ini </span><em><span style="color:#888888;">bakalan </span></em><span style="color:#888888;">jadi tangga permanen?” teriak saya.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“menurut </span><em><span style="color:#888888;">looo?”</span></em></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Sudah keburu lemas dengan perjalanan menuju lokasi, serangan 3 ekor </span><em><span style="color:#888888;">soang</span></em><span style="color:#888888;">, pendakian tangga jemuran ditambah dengan bekal kecurigaan, prasangka, ketakutan plus rasa kecewa yang dibawa sebelum ke lokasi, membuat aura pada saat melihat lantai dua sudah </span><em><span style="color:#888888;">keburu ngga </span></em><span style="color:#888888;">enak.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">kok</span></em><span style="color:#888888;"> jadi kecil bgini </span><em><span style="color:#888888;">sih</span></em><span style="color:#888888;">?”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“perasaan kita </span><em><span style="color:#888888;">dipindahin</span></em><span style="color:#888888;"> karena kantor kita sebelumnya </span><em><span style="color:#888888;">udah kekecilan deh! Lah</span></em><span style="color:#888888;"> ini kok </span><em><span style="color:#888888;">malah</span></em><span style="color:#888888;"> lebih kecil lagi?”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“katanya per meja disekat-sekat. Lemari isi barang-barang</span><em><span style="color:#888888;"> gue</span></em><span style="color:#888888;"> mau </span><em><span style="color:#888888;">ditaro</span></em><span style="color:#888888;"> dimana? </span><em><span style="color:#888888;">Trus,</span></em><span style="color:#888888;"> kalo kita mau </span><em><span style="color:#888888;">nge-gossip</span></em><span style="color:#888888;"> kan jadi susah!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">gimana </span></em><span style="color:#888888;">kita bisa bekerja dengan baik</span><em><span style="color:#888888;"> kalo</span></em><span style="color:#888888;"> gedung tempat kita bekerja </span><em><span style="color:#888888;">ngga </span></em><span style="color:#888888;">nyaman dan </span><em><span style="color:#888888;">ngga</span></em><span style="color:#888888;"> mendukung!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Akhirnya kami berdelapan pulang ke kantor tanpa berkata apa-apa </span><em><span style="color:#888888;">saking lemes</span></em><span style="color:#888888;">nya dengan kenyataan yang dihadapi.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“perusahaan </span><em><span style="color:#888888;">se-gede </span></em><span style="color:#888888;">ini kok ya </span><em><span style="color:#888888;">milih</span></em><span style="color:#888888;"> kantornya begini?” umpat salah seorang teman.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Ke delapan karyawan itu pun kemudian membuat </span><em><span style="color:#888888;">heboh</span></em><span style="color:#888888;"> kantor dengan membahas ’temuan lapangan’ mereka dengan seisi kantor setelah </span><em><span style="color:#888888;">shock</span></em><span style="color:#888888;"> berangsur-angsur hilang. Bisa ditebak, rasa kecewa meluber dengan mudah dan susah hilang selayaknya jalan depan kantor yang diluberi air pada saat hujan besar dan banjir ‘kolam ikan’.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Acara </span><em><span style="color:#888888;">Brand-Brand Paling Nge-Top</span></em><span style="color:#888888;"> yang diadakan di hotel kawasan Senayan malam itu membawa sebagian dari kami melewati daerah kantor perusahaan kompetitor. Ternyata hampir mirip dengan kami, sang kompetitor baru saja membangun gedung kantor baru. Bedanya, dengan jarak hanya beberapa ratus meter dari kantor yang lama, bangunan kantor baru mereka jauuuuh lebih megah, </span><em><span style="color:#888888;">ciamik</span></em><span style="color:#888888;">, dan naik kasta mendekati langit, lantai 33!. Khas kantor modern kawasan Sudirman dan Kuningan. Lengkap sudah ke-</span><em><span style="color:#888888;">ilfil­-</span></em><span style="color:#888888;">an kami semua.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Secara skala perusahaan, kami jelas lebih besar. Perusahaan kami adalah terbesar di Asia Tenggara untuk kategori industrinya. </span><em><span style="color:#888888;">Brand</span></em><span style="color:#888888;"> yang ada di bawah komando kami lebih dari 20 jumlahnya, dan setiap </span><em><span style="color:#888888;">brand </span></em><span style="color:#888888;">dikomandoi satu orang </span><em><span style="color:#888888;">manager</span></em><span style="color:#888888;">. Orang yang banyak</span><em><span style="color:#888888;"> plus</span></em><span style="color:#888888;"> tanggung jawab yang besar… paling tidak gedung yang kami miliki harus mirip –atau malah, lebih bagus– dari kompetitor kami, yang </span><em><span style="color:#888888;">bukan</span></em><span style="color:#888888;"> terbesar se-Asia Tenggara.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">lu tau ngga kalo</span></em><span style="color:#888888;"> anggota DPR katanya mau bangun gedung baru buat kantornya?”, siang itu saya menguping pembicaraan dua orang teman satu kantor.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">gue </span></em><span style="color:#888888;">baca </span><em><span style="color:#888888;">sih</span></em><span style="color:#888888;"> di koran tadi pagi. </span><em><span style="color:#888888;">Selewat doang</span></em><span style="color:#888888;">. Gila juga ya! Perasaan gedung lamanya masih bagus”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">lu tau ngga bugdet</span></em><span style="color:#888888;"> estimasi pembangunannya berapa?”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">berape? </span></em><span style="color:#888888;">Pasti M-M-an deh!” jawab sang temen sok yakin.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“jangan salah, </span><em><span style="color:#888888;">cuy</span></em><span style="color:#888888;">! 1.6 trilyun!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“HAAAA! Apa </span><em><span style="color:#888888;">alesannya</span></em><span style="color:#888888;"> harus </span><em><span style="color:#888888;">bikin </span></em><span style="color:#888888;">gedung semahal itu? </span><em><span style="color:#888888;">Emang </span></em><span style="color:#888888;">isinya apa? Gedung lama kan masih bagus!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><em><span style="color:#888888;"> </span></em></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><em><span style="color:#888888;">Denger punya denger</span></em><span style="color:#888888;">, gedung perwakilan rakyat itu berisi spa dan kolam renang. Spa masih diperdebatkan kebenarannya, tetapi fakta kolam renang terjustifikasi dari </span><em><span style="color:#888888;">twitter</span></em><span style="color:#888888;"> yang saya terima dari kantor berita </span><em><span style="color:#888888;">online</span></em><span style="color:#888888;"> :</span><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><em><span style="color:#888888;">7 Sep 2010 </span><strong><span style="color:#888888;">&#8230;</span></strong><span style="color:#888888;"> </span><em><em><span style="color:#888888;">xxxxx.com</span></em></em><span style="color:#888888;"> situs warta era digital. </span><strong><span style="color:#888888;">&#8230;</span></strong><span style="color:#888888;"> Anggota </span><em><em><span style="color:#888888;">DPR</span></em></em><span style="color:#888888;">: </span><em><em><span style="color:#888888;">Kolam Renang Gedung</span></em></em><span style="color:#888888;"> Baru Bisa Bantu Padamkan Kebakaran</span></em></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><em><span style="color:#888888;">&#8220;Ini bukan untuk exercise. Menurut arsitek, pool yang terletak di lantai 36 (paling atas) bisa membantu kalau ada kebakaran. Kalau pemadam biasanya baru datang 1 sampai 2 jam, ini bisa langsung digunakan untuk memadamkan,&#8221; ujar Michael Wattimena, Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.</span></em></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“mereka bilang, gedung yang sekarang sudah miring, jadi tidak nyaman lagi buat bekerja. Makanya butuh gedung baru!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“miring? </span><em><span style="color:#888888;">Kan</span></em><span style="color:#888888;"> keren, </span><em><span style="color:#888888;">kaya</span></em><span style="color:#888888;"> Menara Pisa. Jadi serasa di Italia”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“gila apa ya. </span><em><span style="color:#888888;">Pake </span></em><span style="color:#888888;">gedung sekarang </span><em><span style="color:#888888;">aja</span></em><span style="color:#888888;"> mereka </span><em><span style="color:#888888;">ngga</span></em><span style="color:#888888;"> bisa menghasilkan apa-apa. Apalagi pindah gedung baru!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“iya ya, </span><em><span style="color:#888888;">trus</span></em><span style="color:#888888;"> kolam renang </span><em><span style="color:#888888;">sebenernya tuh</span></em><span style="color:#888888;"> fungsinya apa?”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“mungkin maksudnya biar</span><em><span style="color:#888888;"> kalo</span></em><span style="color:#888888;"> kebakaran tinggal</span><em><span style="color:#888888;"> nyemplung aja</span></em><span style="color:#888888;">!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">cin&#8230; </span></em><span style="color:#888888;">kolam renangnya di lantai 36! </span><em><span style="color:#888888;">Gimana</span></em><span style="color:#888888;"> mau </span><em><span style="color:#888888;">nyemplung</span></em><span style="color:#888888;">!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“atau&#8230; mungkin </span><em><span style="color:#888888;">ntar</span></em><span style="color:#888888;"> tinggal dibocorin kolamnya biar airnya langsung turun ke bawah”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">emangnya</span></em><span style="color:#888888;"> betonnya kelas kerupuk? Lagi </span><em><span style="color:#888888;">ribet-ribet</span></em><span style="color:#888888;"> kebakaran masih </span><em><span style="color:#888888;">sempet gitu</span></em><span style="color:#888888;"> </span><em><span style="color:#888888;">nge-bor </span></em><span style="color:#888888;">langit-langit atap?”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“atau </span><em><span style="color:#888888;">pake </span></em><span style="color:#888888;">ember? Jadi anggota DPRnya mondar-mandir naek turun </span><em><span style="color:#888888;">madamin</span></em><span style="color:#888888;"> api?”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“</span><em><span style="color:#888888;">kalo </span></em><span style="color:#888888;">kebakarannya di lantai 3 </span><em><span style="color:#888888;">gimana</span></em><span style="color:#888888;">? </span><em><span style="color:#888888;">Keburu </span></em><span style="color:#888888;">encok</span><em><span style="color:#888888;"> kaleeee”</span></em></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“apapun itu! </span><em><span style="color:#888888;">Gue</span></em><span style="color:#888888;"> yakin </span><em><span style="color:#888888;">kalo </span></em><span style="color:#888888;">gedung baru </span><em><span style="color:#888888;">ngga </span></em><span style="color:#888888;">akan mempengaruhi kinerja DPR! </span><em><span style="color:#888888;">Tetep aja </span></em><span style="color:#888888;">rakyat Indonesia </span><em><span style="color:#888888;">bakal gini-gini aja</span></em><span style="color:#888888;">!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">“gedung </span><em><span style="color:#888888;">ngga</span></em><span style="color:#888888;"> ada hubungannya dengan kinerja!”</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Sekeras-kerasnya teman-temanku berteriak, mereka tidak sadar kalau mereka (termasuk saya) meneriakkan sesuatu hal yang berbeda dengan apa yang dipraktekkan. Kami semua terluka dengan tindakan anggota DPR yang meminta gedung baru dan mewah demi kinerja lebih baik, di satu sisi kami sendiri </span><em><span style="color:#888888;">kepengen </span></em><span style="color:#888888;">juga punya gedung baru yang bagus sesuai keinginan kami karena kami anggap bisa mendukung kinerja kami.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Bekerja –hampir semua karyawan berpendapat sama– membutuhkan lingkungan yang nyaman dan mendukung. Tetapi kadang-kadang manusia menaikkan standar hak yang ingin mereka terima dan bukannya lebih dulu mendahulukan pemenuhan kewajiban. Dan ironisnya, kita (termasuk saya) tidak sadar kalau kelakuan kita </span><em><span style="color:#888888;">ngga</span></em><span style="color:#888888;"> jauh beda sama anggota-anggota DPR yang kita cemooh!</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Gedung baru kami bahkan belum 50% jadi, tapi kami sudah </span><em><span style="color:#888888;">keburu</span></em><span style="color:#888888;"> berpikir yang </span><em><span style="color:#888888;">ngga-ngga</span></em><span style="color:#888888;"> dan menjustifikasi seolah-olah kami pasti akan tinggal di kantor yang tidak layak dan bahwa kami sebenarnya berhak untuk dapat kantor yang jauh lebih mewah dan nyaman.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Kecurigaan, prasangka, dan ketakutan yang tidak beralasan menutupi mata kami untuk melihat yang sebenarnya:</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<ul><span style="color:#888888;"> </span></p>
<li><span style="color:#888888;">Bahwa ubin gedung baru      menggunakan </span><em><span style="color:#888888;">granit</span></em><span style="color:#888888;"> yang jauh      lebih bagus daripada gedung sekarang yang ‘Cuma’ pakai keramik biasa. </span></li>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<li><span style="color:#888888;">Bahwa </span><em><span style="color:#888888;">Marketing director</span></em><span style="color:#888888;"> kami sebenarnya sudah khusus memanggil </span><em><span style="color:#888888;">interior design</span></em><span style="color:#888888;"> untuk membuat      kantor baru jadi senyaman mungkin untuk kami tempati. </span></li>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<li><span style="color:#888888;">Bahwa tetap berada di Rawa      Gatel –dengan melupakan banjir lokal ala kolam ikan– adalah keuntungan      bagi kami karena uang makan kami terselamatkan warung-warung Amigos      dibanding jika kami bekerja di wilayah Sudirman atau Kuningan yang minimal <em>pake budget </em></span><em><span style="color:#888888;">cafe-cafe</span></em><span style="color:#888888;"> atau </span><em><span style="color:#888888;">mall</span></em><span style="color:#888888;"> ber-AC. </span></li>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<li><span style="color:#888888;">Bahwa dengan sering makan      kuliner rawan bakteri </span><em><span style="color:#888888;">e-colli</span></em><span style="color:#888888;">,      perut kami jadi lebih terlatih dan tidak manja pilih-pilih makanan. </span></li>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<li><span style="color:#888888;">Bahwa kami lupa bersyukur      pada situasi yang sebenarnya sudah sangat nyaman bagi kami.</span></li>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<li><span style="color:#888888;">Bahwa kami selalu menuntut      hak –yang cenderung berlebihan–, padahal sebenarnya tugas kami adalah      bekerja dengan baik. Dan tempat yang kami punya sebenarnya sudah layak.</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Memang </span><em><span style="color:#888888;">sih</span></em><span style="color:#888888;">, kepindahan ke gedung baru masih di’hantui’ oleh kemungkinan banjir lokal dan gangguan <em>soang</em></span><span style="color:#888888;"> atau </span><span style="color:#888888;">setan-setan penghuni gedung yang merasa tempatnya diambil kami. Tapi kami juga tidak boleh lupa untuk belajar untuk lebih fokus pada hal-hal baik yang akan kami terima dan kepada kewajiban yang harus selalu kami maksimalkan dalam bekerja.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Anggota DPR dan rencana Gedungnya yang melukai sebagian besar rakyat Indonesia sebenarnya jadi pelajaran buat kami. Walaupun beda kasus jauh –dimana kita bukan pelayan masyarakat seperti anggota DPR–, tapi dimanapun kita berada, apapun kasusnya, jangan pernah lupa kalau memenuhi kewajiban dengan maksimal harus mendahului sebelum (dengan berlebih) kita menuntut hak-hak kita.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"> </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Selain itu, jangan pernah lupa bersyukur pada hal-hal apapun yang kita terima,&#8230; </span><em><span style="color:#888888;">biarpun hal tersebut tidak punya lantai 36 dan kolam renang di atap gedung&#8230;</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=404&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2010/09/08/ironi-gedung-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://womanation.files.wordpress.com/2010/09/gedung-lama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gedung lama tercinta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://womanation.files.wordpress.com/2010/09/rawa-gatel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">banjir selutut di depan kantor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAI GON Kick</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2010/04/17/sai-gon-kick/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2010/04/17/sai-gon-kick/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 03:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Raya]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[ngaca sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan ke negara yang katanya lebih miskin dibandingkan Indonesia memberikan pelajaran tersendiri ke saya. Suara-suara sumbang semacam &#8220;ngapain lo ke negara yang lebih miskin dari kita?&#8217;, atau &#8220;buang-buang duit aja lo. mending nabung lebih lama buat ke negara yang lebih oke, kayak Jepang, atau Eropa&#8221; atau &#8220;lu mau liat apa di sana? pasti banyakan pemulung ama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=393&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#888888;">Perjalanan ke <span style="color:#333333;">negara yang katanya lebih miskin </span>dibandingkan Indonesia memberikan pelajaran tersendiri ke saya. Suara-suara sumbang semacam <span style="color:#333333;">&#8220;<em>ngapain lo </em>ke negara yang lebih miskin dari kita?&#8217;</span>, atau <span style="color:#333333;">&#8220;<em>buang-buang duit aja lo. mending nabung</em> lebih lama buat ke negara yang lebih <em>oke</em>, <em>kayak</em> Jepang, atau Eropa&#8221;</span> atau <span style="color:#333333;">&#8220;<em>lu </em>mau <em>liat apa </em>di sana? pasti <em>banyakan pemulung ama orang miskin. bisa-bisa </em>rawan<em> copet</em> nanti&#8221;</span> saya <em>cuekin</em> –karena sebagai bagian dari Program Keliling Dunia sebelum Usia 40 tahun–, saya yakin kalau di setiap negara PASTI ada keunikan tertentu yang bisa dipelajari dibandingkan dari negara kita sendiri.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Dengan tata kotanya yang khas Eropa dengan jajaran butik-butik ternama yang ada di sepanjang jalan layaknya Ruko dan bukan di dalam mal, <em>toilet</em> yang bersih di semua lokasi bahkan sampai di luar kota Sai Gon –yakni di tempat wisata Cu Chi Tunnel–, pengendara sepeda motor yang sangat banyak tapi semuanya berdandan tetap <em>dandy</em> dengan <em>suit</em> kerjanya, <em>tanktop</em> dan <em>short</em> <em>super</em> pendek, kuliner beragam yang rasanya tidak ada yang mengecewakan&#8230; Sai Gon di Vietnam adalah salah satu tempat wisata yang berkesan dan <em>recommended</em> bagi saya untuk dikunjungi lagi.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pengaruh Perancis sebagai negara yang pernah menduduki Vietnam sangat terasa pada butik-butiknya yang tersebar di pinggiran jalan. Kesan yang didapat menjadi lebih<em> customer-friendly</em> dan mengundang semua orang untuk datang, tidak seperti layaknya butik-butik di Jakarta yang berdiri megah angkuh di dalam mal. Akibatnya adalah dompet juga jadi lebih mudah mengeluarkan uang. Yang membedakan kenapa saya belanja lebih sedikit dibandingkan dengan waktu di Singapur adalah <span style="color:#333333;">hanya karena iman yang kuat di dalam hati</span>.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2010/04/butik2sai-gon.jpg"></a></span></p>
<p><span style="color:#888888;"><span style="color:#333333;">Pelajaran :</span> Orang Eropa rata-rata tidak ‘cacat mode’ karena butik-butiknya semua <em>accessible</em> bagi semua kalangan.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><img title="cewek-cewek di depan butik sai gon" src="http://womanation.files.wordpress.com/2010/04/butik2sai-gon.jpg?w=420&#038;h=281" alt="" width="420" height="281" /></span></p>
<p><span style="color:#888888;">Kotanya yang relatif kecil membuat saya dan teman-teman lebih nyaman berjalan kaki dibanding naik <em>taxi</em>, walaupun <em>taxi</em> bisa dikategorikan sangat murah. Saya dan teman-teman pernah memutuskan berjalan kaki di tengah malam pukul 12.00 dengan dandanan <em>after dinner</em> yang lumayan ‘berani’. Kenyataannya, baik siang maupun malam, melewati kawasan elit maupun sekitar pembangunan lengkap dengan kuli-kulinya, berjalan kaki di Sai Gon sangatlah aman. Tidak ada mulut-mulut usil ala Jakarta yang suka melontarkan kata-kata godaan yang <em>kampungan</em>. <em>So cozy</em>!</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><span style="color:#333333;">Pelajaran :</span> Miskin bukan berarti jadi penjahat. Negara miskin bukan berarti memicu banyaknya kejahatan. Menjadi jahat atau memutuskan jujur mencari kerja adalah pilihan pribadi masing-masing. Bahkan untuk negara yang lebih miskin dari Indonesia.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pengendara motor hampir sama banyaknya dengan Jakarta dan lumayan mengganggu. Apalagi mereka punya hobi membunyikan klakson tanpa maksud. Hanya saja hati menjadi lebih pemaaf karena penampilan pengendara motor di Sai Gon jauh lebih <em>ciamik</em> dibandingkan pengendara motor di Jakarta. Pagi hari, para pekerja kantoran naik motor ke kantor pakai <em>working suit</em> yang rapi dan <em>kinclong</em>, siang hari pengendara motor pakai <em>short super</em> pendek di bawah pantat, <em>tanktop</em>, dan malam hari para perempuan tidak malu-malu berangkat <em>dugem</em> dengan LBD super ketat dan <em>stiletto</em> naik skuternya.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Beda <em>banget</em> dengan Jakarta dimana pengendara motornya kebanyakan mirip tukang ojek dengan jaket-jaket <em>bomber</em> yang <em>ngga gaul</em> dan membuat tambah kesal waktu hampir menabrak kita. Coba bayangkan kalau pengendara motor yang mau menabrak kita tampil <em>kinclong</em> dengan <em>tanktop</em> dan celana pendek di bawah pantat, saya yakin tingkat maaf Anda akan melesat tinggi seketika.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><span style="color:#333333;">Pelajaran :</span> Percaya Diri tinggi menjadikan pemandangan sekitar menjadi lebih indah, dan otomatis hati menjadi lebih tenang dan pemaaf.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Saya termasuk <em>picky</em> jika berkaitan dengan masalah <em>toilet</em> umum. Bagi saya lebih baik menahan pipis jika sedang berjalan ke luar kota dibandingkan harus dihadapkan dengan adegan <em>horor</em> dari <em>toilet</em> super jorok. <em>Amazingly</em>, di Vietnam <em>toilet</em> sangatlah bersih, bahkan pada saat kami melakukan tur ke luar kota Sai Gon. Melihat pemandangan sepanjang jalan, bisa disimpulkan kalau Vietnam memang lebih miskin daripada Indonesia. Tapi WC umumnya&#8230;? jauh lebih bersih.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Saya jadi bingung, apa bedanya perempuan Indonesia dengan perempuan Vietnam dari segi <em>attitude</em>? Kenapa <em>tissue-tissue </em> di <em>toilet</em> wanita di Indonesia harus menggunung di luar tempat sampahnya, padahal sebenarnya <em>tissue</em> bukan benda padat yang makan tempat? <span style="color:#333333;">Harusnya dengan ‘usaha sedikit’ menekan dan memadatkan <em>tissue</em> pada saat kita membuang sampah,</span> kita dengan mudahnya membuktikan diri kita sendiri lebih baik dari orang lain. Dan usaha yang sangat kecil itu bisa membantu menyamankan pengunjung <em>toilet</em> sesudah kita.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><span style="color:#333333;">Pelajaran :</span> <em>cewek-cewek</em> Indonesia rata-rata <em>jorok!</em> Sadar <em>ngga</em>?</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Begitu banyak yang bisa kita pelajari dari orang lain, lingkungan lain, daerah lain, tempat lain, benua lain, negara lain. Bahkan walaupun orang, lingkungan, daerah, tempat, benua atau negara itu memiliki kekurangan dibandingkan kita, yakni dalam hal ini lebih miskin dari kita.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Secara kurs, Vietnam memang ada di bawah Indonesia. Tapi dengan <em>attitude</em> yang dimiliki sekarang, jika Indonesia tidak berhati-hati, maka kemungkinan Indonesia akan <em>disalip</em> lagi model Malaysia jaman dulu dan sekarang. </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Saya bangga dengan Indonesia. Tapi saya rasa, keputusan saya untuk keliling dunia sebelum usia 40 tahun <span style="color:#333333;">juga baik untuk saya belajar lebih banyak agar bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk negara saya</span>, walaupun kecil.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=393&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2010/04/17/sai-gon-kick/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://womanation.files.wordpress.com/2010/04/butik2sai-gon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cewek-cewek di depan butik sai gon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>gone to Sai Gon</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2010/04/08/gone-sai-gon/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2010/04/08/gone-sai-gon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 09:31:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[4 sahabatoff dulu dari kerjaan yang makin menumpuk, dari amarah atasan yang makin meninggi, dari tingkat stress yang mengangkasa, ke sebuah kota kecil di sebuah negara yang kata orang &#8216;kurang bombastis&#8217;. semua komen terdengar sama, &#8216;ngapain lo ke situ? negara lebih miskin dari Indonesia? buang-buang duit aja!&#8217;&#8230; see you again, guys&#8230;! mari kita lihat nanti apakah benar komen orang-orang.. BIG [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=388&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#888888;">4 sahabat<em>off</em> dulu dari <em>kerjaan</em> yang <em>makin </em>menumpuk, dari amarah atasan yang <em>makin</em> meninggi, dari tingkat <em>stress</em> yang mengangkasa, ke sebuah kota kecil di sebuah negara yang kata orang &#8216;kurang bombastis&#8217;. semua <em>komen</em> terdengar sama, &#8216;<em>ngapain lo ke situ? negara lebih miskin dari Indonesia? buang-buang duit aja!&#8217;</em>&#8230;</span></p>
<p><a href="http://womanation.files.wordpress.com/2010/04/off-to-saigon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-389" title="girls gone Saigon kick" src="http://womanation.files.wordpress.com/2010/04/off-to-saigon.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p><span style="color:#888888;"><em>see you again, guys&#8230;!</em> mari kita lihat nanti apakah benar <em>komen</em> orang-orang.. BIG LOVE LOVE&#8230; and LOVE.</span><span style="color:#888888;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=388&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2010/04/08/gone-sai-gon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://womanation.files.wordpress.com/2010/04/off-to-saigon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">girls gone Saigon kick</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cinta ketinggian</title>
		<link>http://womanation.wordpress.com/2010/03/21/cinta-ketinggian/</link>
		<comments>http://womanation.wordpress.com/2010/03/21/cinta-ketinggian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 12:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>womanation</dc:creator>
				<category><![CDATA[FAST-shion]]></category>
		<category><![CDATA[kasus]]></category>
		<category><![CDATA[ngga penting... tapi penting]]></category>
		<category><![CDATA[ngomong2 cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://womanation.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Jamannya majalah fashion di tanah air cuma ada Cosmopolitan, saya sudah mulai jatuh cinta dengan sepatu high heels. Pada saat itu, entah kenapa di Indonesia susah sekali menemukan toko yang menjual high heels lebih tinggi dari 7 cm. mungkin karena demand-nya kecil sehingga importir males meng-impor sepatu-sepatu model pencakar langit. Kenapa demand-nya kecil? Mungkin karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=381&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#888888;">Jamannya majalah fashion di tanah air cuma ada <em>Cosmopolitan</em>, saya sudah mulai jatuh cinta dengan sepatu <em>high heels</em>. Pada saat itu, entah kenapa di Indonesia susah sekali menemukan toko yang menjual <em>high heels</em> lebih tinggi dari 7 cm. mungkin karena <em>demand</em>-nya kecil sehingga importir males meng-impor sepatu-sepatu model pencakar langit. Kenapa <em>demand</em>-nya kecil? Mungkin karena saat itu  hampir semua perempuan Indonesia <span style="color:#000000;">masih mengutamakan kenyamanan dibandingkan penampilan</span>.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Kecintaan saya mulai, tetapi saya hanya bisa bermimpi suatu saat memiliki <span style="color:#000000;"><em>at least</em></span> salah satu pasang sepatu itu. <em>Mary jane high heels, peep toe, caged heels, patent leather, platform heels, kitten heels</em>. Dan karena saya beda dengan teman-teman seumuran saya saat itu –tidak mendapat kucuran dana lewat <em>unlimited credit card</em> dari orang tua–, maka tidak mungkin juga bagi saya untuk membeli <em>high heels</em> tersebut walaupun dengan cara alternatif, yakni <em>online shopping</em>.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pada saat <em>high heels</em> sudah mulai muncul di butik-butik Plaza Indonesia pun saya belum terpikir membelinya. Antara lain karena harganya yang tidak masuk akal, dan lebih tepatnya… tidak masuk kantong saya saat itu. <span style="color:#333333;">Saya tetap sibuk bermimpi</span>. Bermimpi suatu saat akan melenggang cantik dengan sepasang <em>high heels more than 7 cm</em> itu.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Hingga suatu hari saya mencoba berani membeli dengan meminjam <em>credit card</em> sahabat saya. Sepasang ALDO dengan <em>heels</em> setinggi 12 cm segera berpindah tangan dan menjadi awal pembebasan mental saya dan awal kecanduan saya dengan yang namanya <em>high heels</em>.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Walau jumlahnya tidak terlalu banyak karena sangat sedikit model yang saya suka ada di Indonesia, <em>high heels</em> sudah jadi teman yang ‘<span style="color:#000000;">saya paksa selalu setia bersama saya</span>’ selama 2 tahun belakangan ini.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pengalaman dengan <em>high heels</em> juga sangat banyak macamnya. Mulai dari betapa memalukannya pembelian pertama, dimana <em>credit card</em> sahabat saya yang saya pinjam sempat ditolak 2 kali, sehingga terpaksa saya harus kembali ke butik yang sama keesokan harinya, membawa ‘teman lain’ untuk saya pinjam <em>credit card</em>nya. Gaya sudah <em>pol</em>, tapi kantong <em>dodol</em>.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Atau pengalaman bela-belain membeli <em>strappy</em> <em>heels sandal</em> merah <em>cabe</em> ALDO yang saya sebut sepatu <em>pecun</em>, dimana saya sebenarnya memaksakan diri mengelilingi <em>Vivo City Mall </em>pada saat kaki sudah tegang karena otot cedera 3 hari dipaksa menggerilya Singapore, 10 menit sebelum lari-lari mengejar kapal <em>ferry</em> yang hampir meninggalkan saya, dan uang lagi-lagi meminjam teman karena sebelumnya <span style="color:#000000;">sempat kena tipu pedagang elektronik gila sebanyak tiga juta Rupiah</span> di Lucky Plaza.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Atau waktu memaksa membeli <em>mary jane platform</em> Nine West warna putih yang tinggal satu <em>size</em> yang kekecilan, sehingga akibatnya saya selalu kesulitan berjalan, kaki <em>lecet-lecet</em>, dan tiap hari belajar akting pasang muka cantik dan gaya padahal kaki setengah mati nyeri demi memakai sepatu seksi dengan sol merah mirip <em>Christian Louboutin </em>itu. </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Atau <em>impulsive buying fetish heels </em>punyanya ZARA dengan memakai uang yang harusnya untuk biaya perjalanan dinas saya keluar kota, sehingga saya harus sibuk cari pinjaman untuk melanjutkan <em>the rest of the week of up country trip. Or else</em> <span style="color:#000000;">saya akan berakhir di pinggir jalan dengan memakai sepatu ZARA dan bukannya tidur di dalam hotel.</span></span></p>
<p><span style="color:#888888;">Atau pengalaman termimpi-mimpi sampai tidak bisa tidur, ingin membeli <em>mary jane leather patent peep toe</em> GUESS dengan warna hitam setelah 2 jam sebelumnya di mal <span style="color:#000000;">saya sudah membeli sepasang sepatu sama dengan warna merah darah</span>. Akhirnya saya mengorek tabungan saya yang sebenarnya untuk membeli lensa kamera baru, lalu rela mengendap-endap memisahkan diri dari orang tua di mal dan mati-matian berusaha memasukkan dus sepatu ke dalam tas saya, <span style="color:#000000;">supaya tidak ketahuan beli sepatu yang sama dalam 2 hari, cuma karena warnanya beda</span>. </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Atau saat saya menangis-nangis meratapi <em>high heels</em> saya ada yang <em>lecet</em> karena sebenarnya tidak pantas dipakai di lokasi saya bekerja. Di dalam kantornya sih <em>oke-oke</em> saja. Tapi pada saat makan siang di warung-warung? </span><span style="color:#000000;">Sangat sulit mempertahankan <em>high heels</em> akan selalu dalam kondisi prima dengan medan se-kejam</span><span style="color:#888888;"> warung-warung di kawasan Pulo Gadung, Rawamangun, dan sekitarnya.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Atau pengalaman buruk yang lumayan bikin <em>deg-degan</em> pada saat <em>Gala Dinner</em> Rapat Kerja Nasional, dimana <em>high heels</em> saya nyangkut ke gaun panjang motif naga yang saya pakai, <span style="color:#000000;">sehingga saya sukses tersandung  dan berakhir jatuh memeluk (dan dipeluk) Bapak <em>Marketing Director</em></span>. Untung Beliau cuma tertawa, memaklumi dan tidak memutuskan memecat saya keesokan harinya.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Atau sekian kali <em>high heels</em> saya melalui pengalaman diinjak sandal kotor ibu-ibu gendut tidak tau  diri atau sepatu besar om-om sok keren yang <em>malah cengar-cengir</em> berharap kenalan setelah membuat saya melotot dan marah besar.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Atau seribu kali </span><span style="color:#000000;">pengalaman berjalan telanjang kaki di mal sambil menenteng sang <em>high heels</em></span><span style="color:#888888;">, berharap tetap kelihatan kosmopolitan dan gaya padahal sebenarnya kaki sudah tidak kuat dan butuh <em>refreshment </em>melalui dinginnya lantai marmer mal tempat saya berjalan.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Anehnya, mengingat semua pengalaman di atas, saya tetap cinta semua <em>high heels</em> saya dan tetap ingin memakainya setiap saat. Bagi saya, </span><span style="color:#000000;"><em>lecet </em>yang diakibatkan <em>high heels</em> jauh lebih indah dan menyenangkan</span><span style="color:#888888;"> dibandingkan ketidaknyamanan yang anehnya saya dapatkan setiap memakai <em>flat shoes</em> atau  <em>ballet shoes </em>yang kata orang ‘super nyaman’ itu.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Entah kenapa saya bisa sangat cinta dengan <em>high heels above 7 cm</em> itu, padahal sebenarnya sang <em>high heels</em> kurang cinta sama saya, sebenarnya menyusahkan saya, menyakiti saya, membuat hari-hari saya lebih <em>ribet</em> serta tidak selalu sehati dan sejalan.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pikir punya pikir, </span><span style="color:#800000;">ternyata hubungan saya dengan sang <em>high heels</em> hampir sama dengan hubungan percintaan yang saya alami selama ini</span><span style="color:#888888;">.</span></p>
<p><span style="color:#888888;"><em>At the end of the day</em>, dibandingkan memilih yang punya kriteria ‘super nyaman’ dan datar seperti <em>flat shoes</em>, <span style="color:#333333;">saya selalu memilih jatuh cinta dan cinta mati kepada orang yang sebenarnya saya tahu bisa jadi kurang cinta sama saya, dan sebenarnya selalu akan bikin saya lebih <em>ribet</em>, <em>disusahin</em>, tidak selalu sehati dan sejalan, dan memiliki probabilitas bikin sakit hati yang cukup tinggi</span>.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/womanation.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/womanation.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/womanation.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/womanation.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/womanation.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/womanation.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/womanation.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/womanation.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/womanation.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/womanation.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/womanation.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/womanation.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/womanation.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/womanation.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=womanation.wordpress.com&amp;blog=7682351&amp;post=381&amp;subd=womanation&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://womanation.wordpress.com/2010/03/21/cinta-ketinggian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4c0599c00f58df00873ca043f2fc4d8b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">womanation</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
