analisa penampilan

hari ini naik ojek.

dengan semangat ingin tetap stylish karena di malam hari ada acara jadi penonton di talent show (ditambah ‘males banget deehh… ‘ bawa baju ganti), maka saya nekat memakai LBD dan satin high heels 6 inch saya. dalam hati sudah siap-siap menerima ‘suit-suitan’ dari ‘penonton jalanan’ yang dilewati.

naek ojek pake apa

tapi… ternyata saya salah.

sepanjang jalan sambutannya adem-adem saja. di lampu merah -saat berhenti-, sempat ada yang melirik, tapi kayanya kok setengah hati tatapannya.. alias kebetulan aja liat, bukan karena tertarik.

kenapa begitu aja ribut?

karena saya ingat, waktu saya masi remaja (caila… remaja…), cuma pake kaos dan celana pendek mau ke warung aja sudah banyak yang suit-menyuit menggoda saya. kemarin di Pasar Mester Jatinegara, pada saat sedang outlet visit, abang-abang banyak yang mengeluarkan ‘komentar tidak senonoh’ pada saya, padahal saya saat itu cuma pakai celana kerja hitam dan seragam kantor.

dan sekarang saya memakai dress dengan bahan pas badan dan panjang di atas lutut (berkurang pula karena dibonceng abang ojek..).. tapi… nothingfor crying out loud! am i that bad now..?

mari kita analisa bersama…

semakin umur bertambah, harusnya semakin bertambah pula kualitas diri. semakin bisa dandan, makin tau cara membawa diri, cara berbicara, dan lain sebagainya. tapi, jangan salah… ada juga hal-hal negatif lain yang bertambah, seperti kerutan, dan siapa bisa menyangkal kalau penampilan kala muda sudah pasti lebih menarik dari saat sudah (lebih) tua?

kerutan sudah pasti bukan penyebab berkurangnya ‘suit-suitan’. mengapa? karena motor ojek bergerak dengan cepat. mana sempat orang melihat kerutan halus di wajah saya? kecuali kerutan saya sudah seperti nenek 70 tahun.

baju sudah pasti qualified. ibu saya saja sempat melotot dan menyuruh saya ganti pakaian.

“naik ojek kok bajunya heboh begitu?”

tapi saya langsung buru-buru ngacir sebelum disuruh masuk rumah lagi dan ganti baju.

mungkin faktor X?

  1. motor yang bergerak cepat membuat orang tidak sempat ‘menikmati’ saya
  2. supir ojek saya mukanya seram, jadi orang-orang males godain
  3. muka saya yang kata orang judes, bikin males godain (tapi ga mungkin… di pasar Mester aja digodain!)

jadi yang mana dong?

sampai kantor saya masih tidak habis pikir. di tengah-tengah berpikir keras apa yang salah dalam penampilan hari ini, muncul orang-orang dengan komentar,

“weits… seksi banget nih hari ini”

“baju lo oke juga”

hati saya jadi lega dan dengan mantap saya mengambil kesimpulan, penyebab hari ini saya lewati tanpa suit-suitan adalah kemungkinan besar karena :

  1. motor yang bergerak cepat membuat orang tidak sempat ‘menikmati’ saya
  2. supir ojek saya mukanya seram, jadi orang-orang males godain

bukan karena penampilan saya kurang oke, wajah saya berkerut, atau muka sudah tidak imut-imut.

ngga penting banget. tapi LEGA.

Advertisements

3 thoughts on “analisa penampilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s