single atau menikah?

pertanyaan standar yang akan selalu muncul untuk wanita-wanita late 20s dan early 30s adalah, “kapan menikah?”.

dan sejauh jaman berkembang, muncullah berbagai jawaban berbeda-beda untuk pertanyaan yang sama. sebagian besar masih dengan mata berbinar-binar dan nada suara optimis menjawab, “sebentar lagi doong”. dengan mantap. ada yang dengan muka ragu-ragu mencoba mencari optimisme di dalam suaranya mengiringi jawaban,”hmmm… kapan ya? ya.. pokoknya segera deh”.

good love

ada pula kaum ekstrimis yang dengan senyum sinis tapi penuh percaya diri menjawab, “penting banget ngga sih kita nikah?” retorika. alias pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban.

saya sebagai one of singletoon dengan jujur mengaku termasuk kategori 2. saya tidak optimis-optimis amat, tapi juga tidak sinis dan ekstrimis. alias masuk kategori tidak berpendirian. mengapa ‘tidak berpendirian’?

saya pernah berbicara dengan salah satu teman saya, Semlohay yang punya gacoan orang bule. beliau bertemu melalui online dating tapi dengan heroiknya mengaku sudah sangat cinta dan mulai membicarakan detail-detail pernikahan, padahal… beliau belum pernah bertemu muka dengan sang kekasih.

sang kekasih diindikasi sudah menunjukkan tanda-tanda cinta dengan bentuk perhatian dan interaksi online yang telah mereka lakukan selama ini melalui dunia maya. namun, karena jarak yang terpisah oleh benua yang berbeda (Asia dan Eropa), membuat Semlohay belum sempat menghabiskan waktu lama face to face untuk mengenal sang calon suami. tapi, dia sudah sangat yakin akan menjadi suami istri.

dalam keadaan sadar saya akan berteriak, “are you nuts?

tapi Semlohay dengan lembut berkata pada saya, “kalo lo takut terus sama pernikahan, kapan lo berani mulai, neng?”

saya terdiam dan menganalisa kategori ketiga. si sinisme dan pesimisme.

pada saat bergosip dengan Sinaran, salah satu teman saya yang belum menunjukkan tanda-tanda ingin menikah cepat-, topik perceraian dini, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan bukti-bukti lain yakni hasil wawancara 8 dari 10 orang mengatakan ‘hidup berpacaran jauh lebih bahagia daripada hidup pernikahan’ membuat Sinaran ingin mempertahankan saja status single-nya. beliau beranggapan, tidak ingin mempertaruhkan kebahagian dirinya untuk lelaki yang belum tentu bisa menjamin kebahagiaan untuk dirinya.

memang benar sih… tapi apakah menyenangkan hidup seumur hidup tanpa teman di samping kita?

saya jadi semakin terjebak di dalam kategori 2. plin-plan dan tidak berpendirian. menikah mau, tapi ragu-ragu juga karena takut sama sebab-sebab di atas.

belum lagi kalau melihat pengalaman ManisMan. pacar yang garang, temperamental, kadang suka memukul kalau sudah naik darah, tapi di sisi lain kala sedang ‘sadar’, Evandut sangat penyayang dan perhatian pada ManisMan. apalagi, mereka sudah bersama-sama selama 10 tahun. siapa lagi yang lebih mengenal ManisMan selain Evandut?

deadly love

lalu saya harus apa? pesimis dan sinisme padahal saya paling takut hidup sendirian, atau optimis padahal bukti-bukti di sekeliling sudah memberi pelajaran pada kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama?

sejujurnya, keputusan semakin sulit diambil dengan tekanan orang tua yang ingin segera anaknya ‘diambil orang’.

sampai detik ini saya sejujurnya masih tidak tahu jawabannya. dua-duanya tidak punya garansi pasti, dua-duanya beresiko. saya masih nyaman berada di posisi kedua. si plin plan. tidak beresiko, tapi tidak juga menghasilkan apa-apa.

hal ini membawa saya kepada kesimpulan. setiap pilihan memang punya resiko masing-masing, dan tidak cuma resiko… juga punya kemungkinan berhadiah kebahagiaan tak terduga. pilihan saya? tidak beresiko tapi juga tidak berhadiah.

jadi, yang mana pilihan kamu?

buat yang masuk kategori yang sama dengan saya, jangan lama-lama ya… kenapa?

because it’s not worth living, if you can’t feel alive

Advertisements

3 thoughts on “single atau menikah?

  1. Pingback: about the girls « why woman should run a nation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s