thirty, flirty, and thriving…

ini adalah salah satu kalimat yang saya ingat dari film Suddenly 30, atau yang juga dikenal dengan judul 13 Going on 30, yang dibintangi oleh Jennifer Garner. dimana seorang gadis berusia 13 tahun sangat ingin segera menjadi wanita berumur 30 tahunan, karena bagi dia umur 30 tahunan adalah masa dimana wanita terlihat menawan, mandiri, dan menarik.

di sekitar saya, dikelilingi oleh wanita-wanita 30 tahunan, yang cantik, mandiri, mapan, menawan. mereka adalah sahabat-sahabat saya sendiri.

Sinaran, usia 32 tahun, brand manager sebuah perusahaan minuman terbesar di Indonesia. berwajah manis, sudah memiliki rumah sendiri, dan mobil MPV keluaran terbaru, hidup mandiri dan mapan, mau beli barang branded impor apapun… bisa.

Mei Lan, usia 35 tahun, senior brand manager dari perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. kulitnya putih, wajahnya cantik, tubuh tinggi semampai, punya 2 apartemen milik pribadi, mobil sedan keluaran terbaru, dan lebih mudah lagi membeli barang-barang branded apapun.

Pelita, usia 32 tahun, analyst di perusahaan kimia multinasional. kulitnya kuning langsat, wajahnya cantik, sudah bisa membiayai dan membesarkan sendiri anak angkatnya 2 orang, juga membiayai keluarganya.

mereka punya segalanya yang diidam-idamkan gadis 13 tahun di film tadi. kecuali… pria berkualitas yang ‘berani’ mendampingi mereka.

pria, di usia 30an, dengan wajah tampan, body keren, dandanan bermerk, jabatan di pekerjaan tinggi, punya rumah, bermobil mewah, dan belum menikah?…  dianggap high quality jombloeligible bachelor, dan sebagainya, dan sebagainya…

most wanted 30s man

wanita, di usia 30an, dengan wajah cantik, badan seksi, penampilan modis, jabatan di pekerjaan tinggi, punya rumah sendiri, bermobil mewah, tapi belum menikah?… dianggap perawan tua, milih-milih jodoh, dan sebagainya, dan sebagainya…

lihat perbedaannya?

kemana nyali pria-pria untuk berani menjadi pendamping wanita-wanita tersebut ketika sebaliknya bisa hampir beratus-ratus wanita mengejar-ngejar pria dengan kriteria yang sama? kenapa yang satu dideskriditkan dengan sebutan ‘perawan tua’, ‘susah jodoh’, sedangkan yang satu lagi dipuja-puja dengan ‘bujangan keren’ atau ‘high quality jomblo’?

sejak kecil kita dididik untuk mengejar pendidikan sampai ke negeri Cina, menggantungkan cita-cita setinggi langit. tetapi, setelah dewasa, wanita-wanita dengan titel lebih panjang dari namanya, jabatan tinggi, keuangan yang berlimpah sampai bingung mau dihabiskan dimana, malahan dihindari oleh para pria. anggapan umum yang beredar di pria-pria?

“wah, berat di ongkos, cing…
gile, bisa-bisa doi seenaknya ama gue ntar kalo jadi istri gue
“aduh.. jangan-jangan ntar banyak mintanya lagi”
ntar kalo
ada cowok yang lebih tajir dari gue, gue bisa ditinggalin dong…

sounds familiar…ngaku lo

sebesar apakah ego pria sampai harus ‘dielus’ dengan wanita yang harus memiliki standar di bawah dia.

“okelah, ngga bego-bego amat tapi pendidikannya di bawah gue deh”
ya.. kaya raya ngga apa-apa, asal yang kaya Bapaknya aja, jadi kita tinggal minta warisan”

itulah sebabnya kenapa semakin dewasa wanita dan semakin mapan, semakin sedikit pula pria yang berani mendekati dia. karena alasan ego, dan insekuritas.. perasaan tidak aman dengan diri sendiri. takut ditinggal-lah, takut ngga kuat ngurus secara finansial-lah, takut diperlakukan seenaknya-lah

semua semata-mata karena fakta kalau wanita dengan standar yang lebih tinggi sudah pasti akan jauh lebih percaya diri dan bisa memegang kendali.

tapi anggapan itu harusnya tidak perlu ditakuti pria. kenapa harus takut (bukan malah bangga) punya istri cantik, punya jabatan tinggi, dan mandiri secara keuangan alias ngga perlu setiap bulan mengeluh minta uang belanja? kenapa harus was-was dan gelisah punya istri dengan kesibukan tinggi akan lupa mengurus suami dan keluarga di rumah dan tidak bisa dikendalikan?

most wanted 30s woman

pria adalah kepala keluarga. saya rasa tidak perlu takut dengan wanita-wanita 30an ini. peganglah kendali jika takut ‘dikendalikan’. caranya? tunjukkan kalau sebagai pria, bisa provide kebutuhan keluarga dengan baik. sebagai pria, walaupun gaji lebih kecil tapi tetap tegas sebagai pemimpin keluarga (dengan alasan jelas tentu saja) untuk mengendalikan istri-istrinya.

alasan memilih wanita-wanita high quality ini?
mereka mapan, artinya keuangan keluarga pun akan mudah dikelola oleh mereka. mereka mandiri, artinya pada saat ingin beli barang-barang pribadi untuk memenuhi hasrat pribadi, mereka bisa bayar sendiri. mereka dewasa, artinya tidak manja dan bisa diajak diskusi dan komunikasi pada saat ada isu-isu keluarga. mereka pintar, artinya lebih enak diajak ngobrol sehari-hari, diajak bertukar pikiran apapun.

bukankah itu sebenarnya yang dicari dari diri pasangan-pasangan kita? kenapa mesti takut, guys…?

hebatnya lagi, wanita-wanita 30an jaman sekarang, sudah tidak se-desperate jaman dulu. seiring bertambah usia, yang saya lihat, bukan semakin menurun kriteria pasangannya karena pada kenyataannya akan lebih susah mencari pasangan di usia lebih dewasa karena bersaing dengan daun muda. mereka justru memasang kriteria yang makin tinggi.

contohnya, saya masih ingat sahabat saya, Pelita. kriteria pria idamannya adalah harus ganteng, harus kaya, harus pintar. dan kalaupun HARUS HARUS itu sudah terpenuhi, yang paling penting adalah harus ada chemistry. sudah kaya, ganteng, pintar, tapi ngga ada chemistry?

“lebih baik tidak,”

itulah hebatnya wanita jaman sekarang.

so… pria-pria di luar sana, apa pendapat kalian?

Advertisements

5 thoughts on “thirty, flirty, and thriving…

  1. sy baru mau masuk kepala 2 nih mbak .
    hhehe
    kebayang aj sih mbak gmn gag enak nya dtnya sodara “kpn nikah?” “kpn nyusul?”
    kyk kbykn kk kk sepupu” sy .

    cerita yg sama yg pernah saya baca di novel yang jdulnya “Being 20 Something Is Hard” ..
    senyum senyum sendiri .
    ngebayangin 5 atau 10 th kedepan saya sperti apa y ?
    hehehe

  2. Wahahaha…dulu pas SMA gw suka pura2 bodoh, lebih cepat dapet pacar…jangaaan sampe ketauan ranking sekolah, bisa berdiri kokoh bak benteng blanda yang angker dan ga brani dideketin! Btw, nice posting! 🙂

  3. Nice posting girl,
    mudah2an baik cowok ataupun cewek ga masang terlalu tinggi seleranya krn hrs mikirin kedepannya kaya’ gimana.. baru dah nanti punya segalanya… amiinn..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s