dramatis laris manis

di profile saya sudah saya gambarkan kalau saya punya sifat keras kepala.

keras kepala di sini dalam arti jika sedang berargumen, saya cenderung ngotot mempertahankan apa yang menurut saya benar. saya juga menolak orang lain membuat judgement tersendiri terhadap saya. alasan saya adalah karena saya memiliki opini tersendiri :

selama seseorang tidak sedang/pernah mengalami peristiwa sama persis seperti saya -dengan situasi dan kondisi sama-, maka mereka tidak berhak memberi saran, pendapat atau judgement. baik positif atau negatif.

bagaimana kalau pada saat saya sedang curhat? ya diterima saja, didengarkan saja, dan didukung saja apapun keputusan saya.

contoh soal : orang tidak berhak mengatakan kepada saya,

“saya mengerti… kamu pasti sedih kehilangan kucing kamu”,

selama orang tersebut tidak pernah kehilangan kucing. jangan bilang mengerti persoalan saya dan memberi saran ke saya seolah-olah mengerti.

dan sebaliknya, saya juga tidak berhak ngomong soal selebtainmen* yang baru kabur dari rumah suaminya karena mengaku selalu disiksa secara batin dan seksual oleh suaminya-yang notabene adalah seorang pangeran- dengan komentar semacam :

“alaa… boong tuh. mukanya aja masih cakep dan segar bugar begitu. pake baju juga potongan dada rendah yang kemana-mana. katanya dadanya disilet-silet dan disundut rokok. mana mungkin? di sebelah mana disundutnya? kok ngga keliatan bekas siletannya?

“kenapa kok bisa punya BlackBerry buat foto-foto selama di rumah suami? padahal katanya tidak pernah dinafkahi secara materi?”

saya tidak berhak. selama saya tidak pernah berada dalam situasi sama. berada dalam situasi sama dalam arti :

  1. pernah tinggal di rumah suami di negeri orang,
  2. pernah disundut dan disetrika oleh pangeran yang -saya rasa- tidak pernah menyetrika baju sendiri dan tidak tahu rupa setrika itu seperti apa,
  3. pernah tidak dinafkahi secara materi oleh suami -padahal bisa selalu menenteng the mother of all bags, Birkin keluaran Hermes, yang harganya lebih mahal dari harga mobil-,
  4. pernah mengalami dianiaya secara seksual.

tetapi toh yang namanya manusia -perempuan pada khususnya-, sangat suka bergosip. sangat suka mengomentari orang lain, terutama kesusahan orang lain.

one of joy of life is ... GOSSIP ?

apa sebabnya?

analisa saya adalah karena orang suka melihat ada orang lain yang jauh lebih menderita dari dirinya. di tengah-tengah rasa simpati akan kesusahan orang lain (terutama orang tidak dikenal), di dalam hati ada sedikit rasa senang karena artinya di dunia ini, ada orang yang jauh lebih susah dan jauh lebih menderita daripada kita.

analisa saya disertai oleh bukti Laporan Rating Televisi yang saya terima setiap minggu untuk keperluan pengambilan keputusan saya di kantor sebagai penanggung jawab brand sebuah produk.

program yang paling laku adalah reality show, reality drama, sinetron, dan infotainmen. di dalam ketiga program tersebut, ada kesamaan, efek dramatis dijadikan unggulan. bentakan penuh amarah, jeritan kekecewaan, dan isak tangis jadi komoditas yang digilai penonton TV sampai akhirnya selalu jadi peringkat 1 di list program TV dengan penonton terbanyak.

perempuan suka bergosip bisa jadi -lebih kurang- karena alasan yang sama.

hidup kita tidak sempurna (saya tidak akan menggunakan kata ‘menyedihkan’). dan dengan melihat (lewat acara televisi) dan mengomentari (lewat gosip) kesedihan, penderitaan, drama orang lain, maka hati kita jadi lega karena di dalam otak kita diafirmasi :

bahwa kita bukan satu-satunya orang dengan hidup yang tidak sempurna.
bahwa ada yang jauh lebih menderita dari saya.
oleh sebab itu, saya baik-baik saja.

saya akui, saya yang tidak suka dinilai orang dengan judgement … masih gatel lidahnya untuk bergosip dan punya mulut yang sangat tajam dalam memberi penilaian dan komentar ke orang lain. oleh karena itu saya dengan berani mengakui kalau dengan saya bergossip, saya merasa seakan ada beban yang terlepas, lega karena ternyata hidup saya bukan satu-satunya yang tidak sempurna.

saya masih coba memperbaiki terus sifat ini ngomong-ngomong.

semoga berhasil untuk saya.

you too, guys…

*selebtainmen adalah sebutan saya untuk orang yang selalu dan selalu dan selalu muncul di infotainmen padahal sebelumnya tidak pernah bikin film, bikin album, bikin sinetron, bikin iklan, bikin karya seni, bikin karya ilmiah, menjadi pejabat negara, atau menjadi pahlawan negara. semua pure karena sensasi yang dibuat oleh orang tersebut

Advertisements

One thought on “dramatis laris manis

  1. Pingback: keras BELUM TENTU bikin puas « why woman should run a nation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s