soulmate adalah pilihan

seorang teman pernah bilang, kalau soulmate atau pasangan jiwa kita adalah orang yang memiliki banyak kesamaan dengan kita. pernah membaca buku yang sama, menyukai musik yang sama, memiliki beberapa sifat yang sama, dan sama sama sama lainnya.

saya sendiri mengklaim memiliki banyak kesamaan dengan soulmate saya. sifat-sifat kami sama, kami suka makanan yang sama, keinginan dan mimpi-mimpi kami sama, dan (seperti saya bilang tadi…) sama sama sama lainnya.

tapi sejujurnya, kesamaan yang saya sebut tadi terkadang palsu. hanya sekedar make up. maksudnya adalah, seringkali saya sengaja memaksakan diri saya agar terlihat sama dengan pasangan. maksud hati agar lebih romantis gitu… tetapi bukan berarti saya totally berpura-pura. hanya saja kesamaan yang muncul bukan murni sesuatu yang asli dimiliki dari sebelum bertemu dia.

contoh, saya adalah pemakan segala -begitu sebutan dari teman-teman-. tetapi pemakan segala dalam arti jika memang memenuhi ‘kaidah-kaidah’ aneh saya. daging, saya suka. sangat suka. tetapi jika daging dimasak terlalu matang dan berwarna kecokelatan hampir hitam, saya bisa ilfeel. apalagi kalau daging dimasak warnanya jadi putih. menurut saya, daging harus berwarna agak kemerahan. dalam arti diasap (bacon), dimasak rare (setengah matang), dan yang sejenis-jenis itulah.

pada saat soulmate menyuapi masakan daging dengan bumbu sangat cokelat dan bilang,

“ini enak lho, sayang… cobain deh,”

saya bisa mendadak suka daging kecokelatan. tapi cuma daging kecokelatan yang disuapi oleh soulmate saya.

kwetiauw yang rasanya biasa-biasa saja bisa mendadak jadi favorit saya juga, karena soulmate saya juga suka.

hal tersebut membuat saya tiba-tiba tersadar, jadi sebenarnya apakah saya benar-benar memiliki banyak kesamaan dengan Beliau?… atau, hanya maksa disama-samain? demi melegitimasi sebuat kata. soulmate. meligitimasi di depan siapa? entahlah, diri sendiri?

kesadaran itu membuat saya berpikir. apakah benar saya adalah seorang adventurer -seperti yang selama ini saya akui sendiri- atau sebenarnya tidak? apakah benar saya suka tinggal di pantai atau saya sebenarnya tidak tahan panas dan malah cinta pegunungan? apakah saya memang benar-benar perempuan anomali -seperti yang selalu dia bilang mirip juga dengan dia- atau saya cuma berpura-pura anomali agar masuk ke dalam hatinya? apakah.. apakah.. apakah.. apakah…

can open, worms everywhere…

ah, ngga ah. buktinya, saya tetap keukeuh dengan kesukaan saya dark chocolate padahal saya tahu persis dia paling suka dengan white chocolate yang menurut saya rasanya amit-amit terlalu manis. saya tetap saja mengaku ke dia dengan kebiasaan males mandi kalau pulang sampai rumah sudah terlalu malam, sedangkan dia adalah lelaki paling pembersih di dunia -yang kalau perlu bisa mandi 10 kali sehari (oke… terlalu lebay…). saya tetap jujur dengan apa yang saya suka dan tidak suka.

tapi bagaimana dengan grey area? sesuatu hal yang tidak saya suka, tapi tidak juga kalau dibilang suka. di tengah-tengah. apakah ternyata selama ini kesamaan-kesamaan romantis yang kita punya adalah kesamaan palsu? kesamaan yang saya ciptakan agar dia makin sayang sama saya karena punya banyak kesamaan dengan saya?

it makes me wonder… apakah semua wanita di dunia berlaku seperti saya dan tidak sadar? tidak sadar kalau mereka seringkali berpura-pura menyukai hal yang sama dengan kekasihnya, agar kekasihnya makin cinta?

aduh... kita beneran soulmate atau bukan yah..?

tibalah di pertanyaan yang lebih menakutkan lagi : jangan-jangan saya sama sekali tidak punya kesamaan dengan dia…

di tengah-tengah otak penuh dengan pertanyaan-pertanyaan dan spekulasi asmara, saya mengutak-atik BlackBerry. BlackBerry ini adalah peninggalan sang lelaki. dia sudah bosan pakai, mau ganti ke model baru, saya males beli baru. jadilah sang smartphone berpindah tangan, beserta isi-isinya. semua foto-fotonya dan semua musik-musik favoritnya.

pada saat membuka songlist kekasih, semua bisa ditebak. selera laki-laki yang bukan selera saya. Linkin Park… ah saya lebih suka Radiohead. hmm… Jamiroquai? yah, sukalah tapi biasa aja. Bob Marley… yah saya suka musiknya, tapi hanya beberapa lagu. selebihnya… biasa saja. Jason Mraz… ahngga lah. Nirvana? no.. Pearl Jam? cuma suka satu lagu…

lutut semakin lemas seiring jempol melakukan scrolling. so… mana kesamaan saya dengan beliau? bahkan musik pun semua berbeda!

di tengah-tengah hati yang patah karena hilang harapan, mata yang kabur menangkap sesuatu.

All My Life – KCi and Jojo..
My Love is Your Love – Whitney Houston

dua lagu itu adalah lagu yang jarang disukai oleh kaum pria. bukan begitu bukan?

hanya dengan dua lagu itu saya menghela napas panjang. lutut yang lemas langsung kembali ke kondisi normal. mata yang kabur karena berair hampir nangis mendadak jadi cerah ceria. pikiran kelabu menjadi bersih bak langit tanpa awan.

entah legitimasi atau benar-benar sebuah pertanda kalau dia adalah soulmate saya, tapi saya lega karena hati saya memilih yang kedua.


Advertisements

4 thoughts on “soulmate adalah pilihan

  1. yaah… cuma lo, nek, yang paling tahu pahit getirnya gue dengan si beruang gendut. hehehe.. and likewise. mari sama-sama berjuang!
    at least mimpi ini masi kita pegang erat2.
    ya ga?

  2. eh tp gw pernah lo ketemu sama satu orang yang juga bener2 menyukai sesuatu yg bener2 gue suka,, benci pd sesuatu yang bener2 gue benci. punya barang2 yang sama,, meski barang2 itu udah ada dari jaman kita TK,, dan bukan sesuatu yang umum. punya masalah yg sama.. bahkan gw sendiri kaget2 sendiri. semuanya murni kebetulan. terlalu banyak kebetulan membuat kebetulan itu menjadi luar biasa. apalagi gue terlalu tidak percaya pada yang amanya kebetulan.

    tapi sayangnya,, DIA BUKAN SOULMATE GUE. wkwkwkkk

  3. aku menemukan dia (nuraniku berkata bahwa dia soulmateku), tapi terlambat, apapun alasannya dia sudah milik yang lain & aku sudah milik yang lain. Apakah ini artinya dia bukan soulmate ku? walaupun seringkali alam bawah sadar kita saling terhubung/berbagi cerita tanpa adanya kontak fisik ataupun pembicaraan secara verbal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s