putri kodok dan kodok Banana

Alkisah, seorang kodok yang mendadak jadi Putri untuk periode tertentu pemerintahan baru saja naik tahta. Putri kodok harus memimpin beberapa kodok-kodok untuk menjalankan program 100 hari pemerintahan.

di dalam jajaran pemerintahan itu, ada satu kodok yang sulit sekali bekerja sama dengan sang putri. sebutlah dalam bahasa Cina, aura mereka ciong alias bentrok. sang kodok, namanya adalah Banana, punya sifat yang menyebalkan. suka memotong pembicaraan orang sebelum selesai, dan punya tendensi untuk jadi sok tahu. sehingga bisa ditebak, dalam setiap perjalanan kerjasama, putri kodok dan Banana terus bertengkar.

tanpa sadar, namanya cewek, putri kodok tanpa sengaja menebar pengaruhnya ke jajaran kodok lainnya, sehingga akhirnya seluruh kodok-kodok lain jadi ikut-ikutan apriori dengan kodok Banana. rasa benci berpadu dengan kelemahan kodok Banana menjadi formula jitu yang membuat Banana akhirnya dikucilkan oleh seluruh kodok di pemerintahan 100 hari.

setiap melakukan kegiatan dan gagal, instead of mengevaluasi dan memberi masukan yang proper, putri kodok dan kodok-kodok lainnya menyalahkan kodok Banana. dan sebaliknya, instead of sadar diri, introspeksi dan mengubah diri, kodok Banana malah makin menjadi-jadi. sulit diatur, melawan dan seringkali teledor sehingga membuat kegiatan yang jadi tanggung jawab bersama nyaris hancur.

proses kerjasama sangat tidak mengenakkan. karena aura permusuhan sangat terasa diantara kodok-kodok itu. saking kuatnya pengaruh putri kodok, ia berhasil mempengaruhi kodok-kodok lain di luar pemerintahan  untuk ikut tidak suka pada kodok Banana dan akhirnya memusuhinya.

akhirnya 100 hari pemerintahan selesai, walaupun penuh pertikaian dan permusuhan dalam selimut, semua berakhir cukup sukses. kodok Banana menjadi semakin pendiam dan seperti sengaja mengucilkan diri dari sekelilingnya. dan memperparah situasi, tidak ada kodok lain pun yang berniat mendekati dan menjadi temannya.

sampai suatu ketika, putri kodok harus berada di bawah pimpinan raja kodok hitam. sebenarnya, sang putri kodok dipaksa untuk mempelajari sesuatu oleh Dewa Dewi di khayangan melalui hubungan kerjasama ini.

raja kodok hitam sejak awal sudah kurang suka dengan putri kodok. antara lain karena karakter mereka yang jauh berbeda. sehingga pada saat Kaisar kodok menyuruh putri kodok menjadi di bawah bimbingan raja kodok hitam, raja kodok hitam sebenarnya tidak setuju. tapi… apa boleh buat…

kaisar kodok’s wish is raja kodok hitam’s command.

raja kodok hitam entah mengapa selalu bersifat kejam dengan putri kodok. apapun yang putri kodok kerjakan dan laporkan selalu salah. dan pada saat terjadi kesalahan, raja kodok hitam seperti tidak mau dengar penjelasan sang putri kodok. bagi sang raja kodok hitam, kalau sudah salah ya salah. tidak usah beralasan.

putri kodok menjadi sangat muram dan selalu bersedih. pada saat bangun tidur, putri kodok selalu ketakutan karena hari itu dia harus ke istana dan menghadap raja kodok hitam. dia selalu takut membuat kesalahan, karena raja kodok hitam pasti akan mengucapkan kata-kata yang menyakiti hatinya.

putri kodok sadar bahwa dirinya memiliki banyak kelemahan, dan sebagian besar kebetulan adalah hal-hal yang paling dibenci raja kodok hitam. tapi… bukankah setiap orang pasti memiliki kelemahan? dan bukankah tugas pemimpin -yang sudah pasti notabene lebih hebat daripada bawahannya adalah mengerti dan mendidik bawahannya agar jauh lebih baik?

di tengah perenungan dalam kesedihan, putri kodok teringat kodok Banana.

bagaimana cerita ini mirip dengan ceritanya dulu, namun ia dalam posisi berbeda. ialah dulu sang raja kodok hitam, yang dengan kejam menyiksa batin kodok Banana. hanya karena masalah rasa tidak suka karena kelemahan kodok Banana, putri kodok bersikap kejam pada kodok Banana dan tidak memberinya kesempatan.

sama percis seperti dirinya, kodok Banana memang memiliki banyak kelemahan. tapi… waktu itu kan putri kodok adalah atasannya. sebagai bawahan, kasarnya, adalah hak mereka untuk menjadi lebih bodoh dari atasan. dan sang atasan tidak seharusnya semakin membodohi bawahannya. tetapi membimbing, mendidik dan mengajarinya, agar sang bawahan menjadi lebih baik dari sekarang.

di tengah malam itu, putri kodok menangis.

putri kodok menyesali perbuatannya. dan lucunya, pelajaran dari Dewa Dewi khayangan datang dengan cara putri kodok dijebloskan ke situasi yang sama. dengan cara itu, Dewa Dewi yakin, putri kodok akan lebih mudah belajar dan memperbaiki dirinya sebagai seorang kodok yang baik.

akhirnya, di suatu sore, putri kodok memberanikan diri untuk  berbicara dengan kodok Banana.

putri kodok menangis menceritakan semuanya dan bagaimana dia sadar dulu sudah sangat kejam pada kodok Banana. putri kodok meminta maaf dan di luar dugaan, kodok Banana hanya tersenyum setelah mendengar pernyataan dan cerita sang putri.

kodok Banana mengatakan kalau dia sudah memaafkan putri kodok sejak lama. dan bahwa dia juga meminta maaf karena dulu bersikap keras kepala, tidak mau berubah karena kesal sudah dimusuhi semua, dan semakin keras diserang, dia menjadi semakin defensif. tapi kodok Banana bersyukur karena putri kodok sudah menyadari semuanya. akhirnya mereka berbaikan lagi dan sekarang keduanya sudah menjadi sepasang teman akrab.

they say nothing last forever…
dreams change, trends come and go…
but friendship never goes out of style…
Carrie Bradshaw
SEX and the CITY

cerita ini adalah cerita nyata saya dan sahabat saya Banana. dibuat dalam perumpamaan agar suatu saat saya bicara cerita lagi ke anak cucu, tanpa bermaksud menggurui.

ya benar… sayalah yang mengaku-ngaku sebagai putri, walaupun sebenernya, masih masuk kategori kodok juga…

Advertisements

2 thoughts on “putri kodok dan kodok Banana

  1. hai salam kenal ya, blogwalking dari blognya margie ketemu kesini. btw cerita mengenai pemerintahan kodoknya mengingatkan saya ama cerita di kantor, ampe sekarang pun kita masih ga temenan ama oknum “banana” ini, hehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s