CRUISE ON YOU… gambar dan cerita

menjadi pembantu dadakan adalah salah satu resiko yang didapat saat kantor menggalakkan program bernama 5R, alias Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. semua harus dibereskan, pernak-pernik tidak penting dibuang dan barang-barang penting diorganisir dengan lebih rapi.

pada saat membereskan lemari di belakang meja saya, saya menemukan sebuah buku. buku berisi gambar-gambar sketsa hasil ilustrasi tangan saya. buka yang lahir di era tahun 2000 awal.

menggambar bagi saya adalah merupakan sarana melepaskan stress dan melemparkan sejenak beban ke alam kosmik mimpi dan membiarkannya melayang-layang berharap dikabulkan oleh Yang Maha Memberikan.

menggambar adalah sebuah dunia tanpa aturan bagi saya. saya menggambar apa saja, dimana saja, darimana saja, dan kapan saja saya mau. gambar saya dibuat dengan teknik sesuai yang saya pilih sendiri.

pada saat membuka lembar demi lembar buku itu, saya dipaksa melanglang dalam momen nostalgik pada saat melihat isinya. sudah lama sekali saya tidak sempat melakukan kegiatan yang maha menyenangkan ini karena dalam dunia sekarang, saya sendiri hanya sibuk menyenangkan orang lain di pekerjaan.

gambar pertama yang menarik perhatian saya adalah gambar penyanyi terkenal Mick Jagger saat masih muda. semua orang yang melihat gambar ini menyangka yang saya gambar adalah Liam Gallagher dari grup band OASIS yang kenamaan di tahun 90an. kesal dengan pertanyaan semua orang saat melihat gambar saya, saya putuskan untuk langsung mencantumkan nama ‘Mick Jagger’ di ilustrasi saya tersebut.

tapi anehnya tetap saja teman-teman saya tercinta menyangka si Mick Jagger ini bukanlah Mick Jagger.

seburuk itukah gambar saya sampai salah diinterpretasikan oleh mereka?

kembali membalikkan lembar buku gambar tersebut, gambar favorit saya kedua adalah ilustrasi stasiun kereta api yang saya gambar sambil duduk di stasiun kereta Bandung. melihat gambar itu saya jadi teringat kembali perasaan saya pada saat menggambarnya. saya sedang sedih tapi tidak tahu kenapa. Gambar mungkin bisa jadi tempat mencurahkan perasaan terbaik selain tulisan. banyak teman yang melihat gambar itu langsung ngeh kalau gambar itu dibuat pada saat saya sedang bersedih. 

gelap dan suram.

seringkali, saya menggambar hanya karena tertarik pada sebuah objek tanpa alasan yang jelas. gambar selanjutnya saya buat pada saat sehabis membaca koran KOMPAS bagian Profil.

waktu itu saya belum kenal dengan hobi fotografi seperti sekarang. saya sangat suka melihat hasil foto Perdana Meteri Mahatir Muhammad yang terpampang di koran itu. saya lupa tanggal percis terbitnya dan saya pun tak ingat siapa fotografernya. yang saya ingat hanyalah, artikel itu dibuat tepat pada saat Mahatir Muhammad sedang dilanda kasus skandal besar yang hampir menghancurkan nama baiknya.

lucunya, lagi-lagi gambar ini disalahartikan oleh teman-teman yang melihat. mereka semua menebak orang yang saya gambar ini adalah Alm. Pak Harto, presiden RI ke-2. pertama-tama, saya merasa terhina. kok bisa ya salah nebak mulu? apa gambar saya sejelek itukah?

tapi melihat karya orang lain lewat pameran seni, browsing lewat internet, membuat saya sadar kalau seni adalah subjektifitas. seni bagi saya adalah suka-suka saya. orang lain juga bebas mengartikan sendiri. saya tidak boleh marah dengan apa yang orang persepsikan mengenai hasil gambar saya.

bahkan, saya harusnya berbangga hati orang salah duga mengenai hasil karya saya. artinya saya punya kemampuan untuk membuat sebuah gambar yang bisa diartikan bermacam-macam oleh audiens saya. bukan hanya satu arti yang saklek. karena karya seni adalah (lagi-lagi) sebuah subjektifitas, bukan objektifitas ala ilmu pasti.

jaman kuliah S1 dulu, saya sangat suka nongkrong ngga jelas dengan teman-teman satu laki-laki satu angkatan saya. selayaknya anak kuliahan yang selalu mengaku anti-kemapanan, nongkrong seenaknya di lorong kampus tanpa alasan yang jelas adalah agenda wajib saya dan teman-teman laki-laki saya. dan gambar ini saya buat pada saat saya sedang menjalankan agenda itu dan berpikir, saya ingin mengabadikan pemandangan di depan saya ini agar suatu saat saya sudah tua, saya masih tetap ingat dimana saja sebenarnya tempat saya berasal.

gambar terakhir di dalam buku itu yang menjadi favorit saya adalah gambar ruangan dengan piano. gambar ini adalah murni hasil imajinasi. saya membuatnya pada saat baru patah hati dengan partner saya kala itu. saya masih menyimpan quote di salah satu sisi kertas gambar saya :

when my sky breaks my heart…

kala itu saya ingin menggambar sesuatu yang menjelaskan perasaan sedih saya tanpa harus terlihat obvious. saya pilih gambar ruangan berpiano yang disiram siar matahari sore. entah apa korelasinya dengan patah hati, tapi lagi-lagi orang yang melihat (pada umumnya) bisa menangkap kalau gambar ini dibuat pada saat saya sedang bersedih.

menutup buku ini membuat saya teringat kembali betapa nikmatnya bisa mengekspresikan perasaan saya lewat menggambar.

tetapi, kesibukan dan segala keruwetan dunia yang logis dengan ritme serba cepat membuat saya hampir lupa dengan semua itu. saya lupa bagaimana nikmatnya menggoreskan pensil mulai dari 2H sampai 6B, saya lupa nikmatnya meneruskan gambar sambil berharap-harap cemas hasilnya akan seperti apa, saya lupa nikmatnya perasaan saya yang lega setelah habis melahap satu kertas gambar dengan coretan-coretan yang ‘suka-suka saya’ itu.

dalam perjalanan hidup, saya bertemu seorang sahabat yang mengingatkan kembali betapa membahagiakannya hobi saya itu.

sahabat ini adalah sahabat baru tetapi serasa seperti sahabat lama bagi saya. hanya dalam hitungan bulan dia mengenal saya, tapi banyak hal yang saya pelajari dari dia.

pertama-tama yang paling indah adalah di tengah-tengah orang menganggap saya adalah spesies aneh di dalam sebuah komunitas, dialah yang menyadarkan saya bahwa being unique is special. dan saya menjadi bukan satu-satunya orang yang ‘tidak biasa’ karena ada dia.

kedua, dia membantu saya melihat diri saya seperti apa, terutama membangunkan saya untuk mulai mencintai diri sendiri dan melupakan orang-orang yang makin lama makin lupa hati nurani dan tega meringsek dan melumatkan kepercayaan diri saya hanya dalam waktu sekejap.

dia juga mengajak saya kembali ingat pada lembar-lembar kesukaan saya mencurahkan perasaan ke dalam kertas putih lewat goresan tak beraturan dari pensil gambar. setelah sekian lama saya lupa rasanya menggambar, saya diingatkan lagi olehnya untuk kembali jatuh cinta.

terakhir, saya dihibur lewat tulisannya yang sederhana namun menarik dan penuh pembelajaran. hal remeh bagi orang umum bisa dibuat spesial olehnya hanya dengan beberapa kalimat sederhana yang mudah dicerna dan selalu kita pakai sehari-hari.

di bukunya yang pertama, saya dipercaya untuk membuat desain cover dan menggambar sebagian ilustrasi di dalamnya. tanpa saya duga, di buku kedua, dia memberikan kehormatan yang sama.

buku yang dia buat sama sekali kosong dengan bahasa rumit dan kisah-kisah sarat intrik dan strategi. Tetapi justru penuh dengan sebuah kisah sederhana mengenai seorang gadis yang rela melakukan apapun untuk mengejar mimpinya. rangkaian bahasanya simple namun menciptakan ombak-ombak tawa dan gelombang inspirasi pada saat mata saya menelusuri kata per katanya.

buku ini jadi penuh arti buat saya karena adanya kesamaan saya dengan sang pengarang, sahabat saya. dengan buku ini saya (lagi-lagi) diingatkan untuk kembali merangkai mimpi-mimpi. sahabat saya mewujudkan mimpinya salah satunya lewat tulisannya di buku ini. sedangkan saya… mencoba menghiasnya dengan gambar-gambar ilustrasi sederhana yang saya harap bisa melengkapi sempurnanya buku mimpi beliau.

CRUISE ON YOU… sebuah buku dengan kisah yang indah itu, membuat saya diingatkan lagi untuk tidak selalu terbang dalam dunia-dunia logika yang rumit dan melelahkan, tetapi mulai menjejakkan kaki ke dunia lama saya, dunia mimpi yang indah dan menenangkan dimana segala hal yang kita angankan adalah mungkin.

karena ini adalah dunia saya yang dulu ada, dunia saya yang sebenarnya, maka sangat mudah bagi saya untuk memulai lagi kenangan dan hobi masa lalu, menggoreskan pensil kayu ke kertas untuk merepresentasikan sebuah cerita dalam teks menjadi lebih kaya maknanya.

gambar saya bukan yang teristimewa.

gambar yang saya buat masih merupakan sebuah ilustrasi tanpa aturan layaknya gaya saya bercerita di atas kertas. tetapi dengan segala perasaan kuat yang menyertai pada saat pembuatan ke-43 ilustrasinya, saya berharap bisa ikut memperkaya buku sahabat saya tercinta, Margareta Astaman, sang gadis margarita.

ingatkan kembali diri Anda sendiri untuk kembali jatuh cinta pada anak kecil dalam diri Anda, dimana dunia bukanlah tempat yang hanya dipenuhi kotak-kotak logika dengan segala pagarnya yang hanya bisa dilihat saklek dan dari satu sisi saja. tetapi dunia kita adalah tempat dimana segalanya adalah mungkin dan bisa terjadi serta bisa dilihat keindahannya dari segala macam sisi, mata dan juga kacamata…

SERIOUSLY! get it on bookstores WHILE IT’S HOT!

Advertisements

4 thoughts on “CRUISE ON YOU… gambar dan cerita

  1. Masya allah..dr ratusan kali gw post comment,moga2 yg ini msk dah! Sampe lupa ane maw ngomong ap!hihihi..neng ade,aku cm maw bertrimakasih sudah jd kawanku slama ini,sudah rela hati tanpa pamrih bikinin foto dan gambar ciamik itu..moga2 nanti dateng gilirannya gw yg jadi bagian mewujudkan mimpi loe y..hehe..Aminnnn

  2. paragraf yang terakhir2 bagus.. cuman lo suka lupa kalo lagi sedih dikantor gak bisa inget tulisan2 lo itu ..serasa hidup lo cuman ada di kotak kecil itu padahal see.. apa yang bisa lo perbuat jauh lebih indah daripada yang dibuat oleh orang sekeliling lo.. u are talented tau gak siiih..

  3. paragraf yang terakhir2 bagus.. cuman lo suka lupa kalo lagi sedih dikantor gak bisa inget tulisan2 lo itu .. u are talented tau gak siiih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s