SAI GON Kick

Perjalanan ke negara yang katanya lebih miskin dibandingkan Indonesia memberikan pelajaran tersendiri ke saya. Suara-suara sumbang semacam ngapain lo ke negara yang lebih miskin dari kita?’, atau buang-buang duit aja lo. mending nabung lebih lama buat ke negara yang lebih oke, kayak Jepang, atau Eropa” atau lu mau liat apa di sana? pasti banyakan pemulung ama orang miskin. bisa-bisa rawan copet nanti” saya cuekin –karena sebagai bagian dari Program Keliling Dunia sebelum Usia 40 tahun–, saya yakin kalau di setiap negara PASTI ada keunikan tertentu yang bisa dipelajari dibandingkan dari negara kita sendiri.

Dengan tata kotanya yang khas Eropa dengan jajaran butik-butik ternama yang ada di sepanjang jalan layaknya Ruko dan bukan di dalam mal, toilet yang bersih di semua lokasi bahkan sampai di luar kota Sai Gon –yakni di tempat wisata Cu Chi Tunnel–, pengendara sepeda motor yang sangat banyak tapi semuanya berdandan tetap dandy dengan suit kerjanya, tanktop dan short super pendek, kuliner beragam yang rasanya tidak ada yang mengecewakan… Sai Gon di Vietnam adalah salah satu tempat wisata yang berkesan dan recommended bagi saya untuk dikunjungi lagi.

Pengaruh Perancis sebagai negara yang pernah menduduki Vietnam sangat terasa pada butik-butiknya yang tersebar di pinggiran jalan. Kesan yang didapat menjadi lebih customer-friendly dan mengundang semua orang untuk datang, tidak seperti layaknya butik-butik di Jakarta yang berdiri megah angkuh di dalam mal. Akibatnya adalah dompet juga jadi lebih mudah mengeluarkan uang. Yang membedakan kenapa saya belanja lebih sedikit dibandingkan dengan waktu di Singapur adalah hanya karena iman yang kuat di dalam hati.

Pelajaran : Orang Eropa rata-rata tidak ‘cacat mode’ karena butik-butiknya semua accessible bagi semua kalangan.

Kotanya yang relatif kecil membuat saya dan teman-teman lebih nyaman berjalan kaki dibanding naik taxi, walaupun taxi bisa dikategorikan sangat murah. Saya dan teman-teman pernah memutuskan berjalan kaki di tengah malam pukul 12.00 dengan dandanan after dinner yang lumayan ‘berani’. Kenyataannya, baik siang maupun malam, melewati kawasan elit maupun sekitar pembangunan lengkap dengan kuli-kulinya, berjalan kaki di Sai Gon sangatlah aman. Tidak ada mulut-mulut usil ala Jakarta yang suka melontarkan kata-kata godaan yang kampungan. So cozy!

Pelajaran : Miskin bukan berarti jadi penjahat. Negara miskin bukan berarti memicu banyaknya kejahatan. Menjadi jahat atau memutuskan jujur mencari kerja adalah pilihan pribadi masing-masing. Bahkan untuk negara yang lebih miskin dari Indonesia.

Pengendara motor hampir sama banyaknya dengan Jakarta dan lumayan mengganggu. Apalagi mereka punya hobi membunyikan klakson tanpa maksud. Hanya saja hati menjadi lebih pemaaf karena penampilan pengendara motor di Sai Gon jauh lebih ciamik dibandingkan pengendara motor di Jakarta. Pagi hari, para pekerja kantoran naik motor ke kantor pakai working suit yang rapi dan kinclong, siang hari pengendara motor pakai short super pendek di bawah pantat, tanktop, dan malam hari para perempuan tidak malu-malu berangkat dugem dengan LBD super ketat dan stiletto naik skuternya.

Beda banget dengan Jakarta dimana pengendara motornya kebanyakan mirip tukang ojek dengan jaket-jaket bomber yang ngga gaul dan membuat tambah kesal waktu hampir menabrak kita. Coba bayangkan kalau pengendara motor yang mau menabrak kita tampil kinclong dengan tanktop dan celana pendek di bawah pantat, saya yakin tingkat maaf Anda akan melesat tinggi seketika.

Pelajaran : Percaya Diri tinggi menjadikan pemandangan sekitar menjadi lebih indah, dan otomatis hati menjadi lebih tenang dan pemaaf.

Saya termasuk picky jika berkaitan dengan masalah toilet umum. Bagi saya lebih baik menahan pipis jika sedang berjalan ke luar kota dibandingkan harus dihadapkan dengan adegan horor dari toilet super jorok. Amazingly, di Vietnam toilet sangatlah bersih, bahkan pada saat kami melakukan tur ke luar kota Sai Gon. Melihat pemandangan sepanjang jalan, bisa disimpulkan kalau Vietnam memang lebih miskin daripada Indonesia. Tapi WC umumnya…? jauh lebih bersih.

Saya jadi bingung, apa bedanya perempuan Indonesia dengan perempuan Vietnam dari segi attitude? Kenapa tissue-tissue di toilet wanita di Indonesia harus menggunung di luar tempat sampahnya, padahal sebenarnya tissue bukan benda padat yang makan tempat? Harusnya dengan ‘usaha sedikit’ menekan dan memadatkan tissue pada saat kita membuang sampah, kita dengan mudahnya membuktikan diri kita sendiri lebih baik dari orang lain. Dan usaha yang sangat kecil itu bisa membantu menyamankan pengunjung toilet sesudah kita.

Pelajaran : cewek-cewek Indonesia rata-rata jorok! Sadar ngga?

Begitu banyak yang bisa kita pelajari dari orang lain, lingkungan lain, daerah lain, tempat lain, benua lain, negara lain. Bahkan walaupun orang, lingkungan, daerah, tempat, benua atau negara itu memiliki kekurangan dibandingkan kita, yakni dalam hal ini lebih miskin dari kita.

Secara kurs, Vietnam memang ada di bawah Indonesia. Tapi dengan attitude yang dimiliki sekarang, jika Indonesia tidak berhati-hati, maka kemungkinan Indonesia akan disalip lagi model Malaysia jaman dulu dan sekarang.

Saya bangga dengan Indonesia. Tapi saya rasa, keputusan saya untuk keliling dunia sebelum usia 40 tahun juga baik untuk saya belajar lebih banyak agar bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk negara saya, walaupun kecil.

Advertisements

2 thoughts on “SAI GON Kick

  1. Bagian cewe jorok..GUE SUKA BANGET!hehehehe…Travelling bener2 buat gue adalah tempat belajar yang paling yahud, there’s no place yang gue ga dapet pengalaman baru. Ahhh..aku jadi ingin ke Saigon..katanya lebih murah ya barangnya? 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s