CHANGE atau BYE!

waw… sudah lama banget rasanya tidak menulis. sampai ngga berani liat tanggal terakhir posting.

saking lamanya, sampe wajah saya sebenarnya sudah berubah. sudah tidak seperti banner di blog ini. sudah harus ganti. sudah harus diperbarui.

apa saja yang berubah? yang jelas adalah rambut sudah 3 kali ganti potongan dan model. mulai dari Victoria Beckham kelindes bus, sampe terakhir ke model Emma Watson wannabe but could never be. iya… iyaa… nanti saya update lagi bannernya.

ke-absen-an posting diwarnai oleh berbagai kesibukan pekerjaan yang sekarang sedang dipegang. entah karena krisis paruh baya atau apa, tapi setelah hampir 4 tahun bercokol di posisi ini dan memegang brand yang sama, sedikit-sedikit dalam diri saya menginginkan terjadinya perubahan. makanya posting ini saya beri judul change atau bye!

kenapa bukan change or die seperti kutipan aslinya? ya karena terlalu ekstrim. biar gimana, ngga akan sampe die-lah. buktinya pegawai-pegawai negeri Indonesia yang sudah berpuluh-puluh tahun hidup dengan etos kerja yang begitu-begitu aja, ngga die-die tuh. dan kenapa bye?.

… mmm bingung jelasinnya. sebenernya sih karena susah cari kata ber-rima sama yang lain. hehehehe. ngga penting.

semenjak memasuki usia tertentu (yang tidak boleh disebutkan di sini), tiba-tiba melintas di pikiran untuk mulai merubah jalan hidup. selama ini saya selalu hidup dengan ekspektasi orang lain, yang mainly orang lain itu adalah orang tua saya sendiri. dan belakangan ini, perasaan kurang sreg semakin terasa.

penyebabnya memang bisa banyak. bisa karena tadi, krisis paruh baya. atau karena memang ada kebutuhan rohani yang tidak/belum terpenuhi, alias belum totally bahagia. seringkali setiap hari dilewatkan dengan keterpaksaan. dan bikin dalam hati bertanya-tanya, sampe kapan mau begini ya?

pengen sekali-kali ngerasain bangun pagi ngga sabar untuk kerja (which is saya yakin JARANG terjadi di dalam kehidupan pembaca yang budiman). ngaku!

nah, bagaimana saya bisa tahu mana penyebab yang benar? krisis paruh baya atau karena memang ada kebutuhan yang belum terpenuhi? either way, tidak masalah. life’s too short to be worry. namanya pilihan, selalu ada konsekuensi. dan dengan memutuskan memilih jalan yang berbeda dibandingkan yang selama ini saya rintis, saya menjudikan nasib saya. tapi hasilnya kan fifty-fifty. bisa gagal dan tetep berasa sengsoro, bisa juga jadi berubah drastis bahagia.

mengetahui adanya kemungkinan fifty-fifty itu, bikin saya semangat untuk menjalani change itu. dan semua dimulai sedikit-sedikit. dan sepertinya juga oleh Yang Di Atas sana, dibuka jalannya sedikit-sedikit. walau sempat ragu-ragu, akhirnya sedikit-sedikit saya memberanikan diri belok arah dan mencoba mengambil resiko dari sebuah pilihan. kalo ngga sekarang, kapan lagi?

beberapa perubahan yang saya ambil itu adalah :

  1. memotong rambut dari sepinggang menjadi seleher dan akhirnya, cuma beberapa senti dari kulit kepala
    perubahan ini menghemat tenaga dan uang. tidak perlu blow dan catok setiap mau pergi dan tampil. dan pengeluaran untuk shampoo jadi berkurang. anehnya, waktu yang dihabiskan untuk dandan di pagi hari kok ngga berkurang? teteeep aja telat berangkat kantor. dasar perempuan….
  2. menerima tawaran boss untuk memilih jalur lain di dalam profesi kantor.
    selama ini Beliau melihat passion saya jauh lebih besar di bidang desain daripada brand. saya sempet keukeuh bahkan sampai bawa-bawa argumen kalo saya dulu kuliah bidang brand saja bisa lulus cum laude, kenapa ini ngga bisa? tetapi saya pikir-pikir lagi, kenapa ngga?
    segala bidang bisa dijadikan bahan pembelajaran. dan kalo memang boss besar menilai saya bagus di situ, kenapa tidak dicoba? mengerjakan sesuatu yang jadi hobi saya… hmmm, bisa jadi kemungkinan saya bangun dengan bersemangat setiap hari untuk masuk kerja jadi terbuka lebar.
  3. mengungkapkan apa yang jadi trauma pekerjaan saya selama ini
    saya sempat mengalami sebuah trauma. entah benar trauma atau saya melebih-lebihkan saja, tapi peristiwa di pekerjaan itu cukup membuat saya tertekan selama beberapa masa. dan menurut saya, peristiwa itu juga cukup berkontribusi dalam terbentuknya saya sebagai pribadi kerja di masa sekarang.
    kemarin sewaktu ada kesempatan membuka cerita itu di depan boss besar, saya sempat ragu-ragu dan ingin mengubur saja dalam-dalam. tapi saya pikir-pikir lagi… mungkin dengan bercerita, bukan berarti saya membuka kejelekan seseorang, tapi juga bisa berarti penyembuhan jiwa saya sendiri. so i took that chance!

lalu apa yang terjadi setelah saya melakukan perubahan-perubahan tersebut di atas?

untuk masalah rambut, sejauh ini komentarnya positif-positif. atau… takut komen negatif karena takut sama saya? hehehe. ada yang bilang, “wah, keliatan lebih muda, lebih fresh!”, yang artinya “dulu lo tua banget keliatannya and kucel”. and seperti tadi saya bilang, walaupun tidak ada pengurangan durasi yang dihabiskan untuk dandan di pagi hari, tapi paling tidak listrik rumah berkurang beberapa watt (dari penguruangan pemakaian hairdryer dan catokan) dan, beberapa rupiah berkurang untuk pembelian shampoo dan conditioner.

tapi ada penambahan sedikit di budget untuk pembelianĀ  hair wax. again, dasar perempuan….

untuk pekerjaan, kebetulan baru kemarin ditawarain boss dan belum ada kelanjutan story-nya. tapi semoga saja perubahan ini membawa nasib yang lebih baik. at least bisa jadi motivasi kerja jadi lebih baik dari sebelumnya. fifty-fifty.

untuk poin yang terakhir juga belum ada follow up dari pihak Beliau. tapi yang jelas, perubahan mulai terjadi di dalam diri saya. saya mulai merasa sedikit lega. paling tidak trauma ini sudah bukan jadi konsumsi pribadi yang sedikit demi sedikit memakan kapabilitas saya sebagai manusia unggul. adanya perubahan sesudah itu atau tidak, semuanya saya serahkan pada pak boss tercinta yang sudah bersedia mendengarkan saya.

kenapa change atau bye?

karena kalau tidak mau berubah dengan situasi saat ini, maka artinya kita juga harus mengucapkan bye atau selamat tinggal kepada kemungkinan-kemungkinan fifty-fifty tadi. kemungkinan untuk lebih bahagia, lebih lega, dan lebih muda.

kan ada kemungkinan fifty lain yang jeleknya? well… semua bisa terjadi atas kehendak Yang Punya Sandiwara. tapi dengan positif memikirkan kemungkinan yang lebih baik, mudah-mudahan diberi jalan juga untuk mendapatkan hal-hal yang lebih baik.

change or bye.

Advertisements

One thought on “CHANGE atau BYE!

  1. isi blog lu emang enak dibaca lucu… lebih enak baca blog lu ..Apakah itu artinya , “berati baca tulisan lo lebih seru daripada denger langsung ” hahahahha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s