CLBK (versi. Cinta Lama Bangkit dari Kubur)

again…. kesibukan di kantor membuat blog ini terbengkalai sementara. contoh keterbengkalaian adalah bagaimana header blog ini belum dirubah. padahal saya sudah berubah tampang sejak 2010. bukan operasi plastik sayangnya. tapi pemangkasan rambut yang ekstrem. tapi sayangnya… tidak sempat ganti header. posting saja sukur-sukur. banyak sekal ke-sok sibuk-an berebut prioritas jadi perhatian. seandainya saja yang berebut perhatian adalah cowok. sayangnya… tidak.

hey, speaking of which, saya perlu share mengenai sebuah kejadian kecil di hidup saya yang menurut saya cukup luar biasa.

as you NEVER knew, i had one toxic partner then in my life. kenyataannya, orang ini harus saya akui sangat luar biasa. despite all the bad things he’s done, he’s still once was a great part of my life.

eniwei, that story ends with bad scene that i ALMOST  forget. sampai suatu ketika, saya sedang berkeliling untuk market visit dengan key account manager, tiba-tiba si Cinta Lama Bangkit dari Kubur alias CLBK. ibu Genduk adalah salah satu boss yang amat disayangi semua karyawan kantor karena dia baik, pintar dan supel. sebagai salah satu fans beratnya, saya pun banyak bercerita aneh-aneh dengan leluasa padanya tanpa malu-malu. mengenai pacar sekarang, dulu dan masa depan.

nah, pada saat membicarakan pacar masa lalu itulah si Cinta Lama Bangkit dari Kubur. ternyata, si cowok itu adalah mantan anak buah dari bu Genduk. tentu saja saya kaget setengah mati. dunia memang tidak luas… sama sekali. orang yang dua tahun lalu berusaha menghindar dan memutuskan hubungan tiba-tiba dengan saya tiba-tiba muncul di muka saya dengan mudah! padahal saya sempat mati-matian mencari kemanakah dia dan menebak-nebak apa yang terjadi dengan dia sehingga sampai bisa menghilang sedemikian rupa.

momen itulah juga yang menjadi penanda saya bahwa (akhirnya) perasaan saya kepada dia benar-benar bisa berakhir juga setelah 5 tahun saya dalam posisi emotional yo-yo. ternyata cintapun bisa diperbaharui dengan mudah.

when it’s over, then it’s over.

akhirnya saya dan ibu Genduk dengan seru membicarakan sang mantan. dari situlah puzzle mulai tersusun satu demi satu. akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan (sendiri) mengenai apa yang terjadi pada sang mantan. ambil kesimpulan sendiri?kok gitu? eh biar saja. toh dia juga tidak peduli untuk mengkonfirmasi, jadi saya yakin kalo premis saya ini pasti benar dan akan terbukti akhirnya.

saya tidak pernah mendendam, apalagi mendoakan yang iya-iya. it’s just a version that if something means to an end, then it’s just end. and in my case, it ends well. walaupun saya sempat kepikiran,oh iya… sebelum menghilang kan dia ngutang satu juta rupiah sama saya dan menghilang begitu saja tanpa mengembalikan? lalu saya teringat kembali, ada orang baik yang mengingatkan… ikhlaslah dan kamu akan mendapatkan ganti yang jauh lebih banyak dan lebih baik.

oke, saya ikhlas.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s