babi kejujuran

posting awalnya dibuka dengan kalimat… wah sudah lama ngga posting nih… kemudian dilanjutkan dengan kalimat… sialan, barusan postingan udah cape-cape bikin, ngga nongol sama sekali isinya! kehapus total!

well, apakah karena topiknya karena babi?

setelah sekian lama tidak kongkow bareng, 4 sahabat akhirnya memutuskan untuk kumpul merayakan dirgahayunya ManisMan. dikarenakan 4 sahabat sebenarnya datang dari asal 4 agama yang berbeda dan agama bukanlah sebuah isu sentral di antara kami, dirgahayu dirayakan di restoran yang menjual babi panggang asal Bali yang baru buka di daerah Kelapa Gading. walaupun beda dengan babi Roma punya Pak Tony yang biasa kita makan, ternyata si babi panggang mbak Nuri ini punya keistimewaan lain yang lebih luar biasa dibandingkan babi dari Roma punya pak Tony.

setelah menyantap 4 porsi babi panggang yang menurut ManisMan sangat ‘bau babi’, 4 sahabat memulai sesi berikutnya, yakni gossip. yang aneh dibandingkan dengan sesi-sesi sebelumnya, sesi kali ini dipenuhi dengan yang namanya kejujuran. sekonyong-konyong, setelah makan babi, keluarlah rahasia yang selama ini dipendam antara kita. rahasia yang berkaitan dengan kecurangan, ketidaksukaan, dan sampai ke perselingkuhan…

ternyata yang namanya sahabat, bukan berarti tidak ada rahasia antara kita. pernah nonton serial Desperate Housewives? itu adalah salah satu serial favorit saya. salah satu cerita di dalamnya adalah antara temanpun kadang-kadang kita saling menyimpan rahasia. sebenarnya bukan rahasia yang menyinggung satu sama lain, tapi tetap kita simpan bisa karena berbagai alasan. bisa jadi rahasia itu berhubungan dengan kehidupan salah seorang teman kita, namun yang paling sering terjadi adalah… kita menyimpan rahasia dari teman kita karena kita malu. rahasia itu adalah sesuatu yang memalukan yang membuat kita mengira teman kita akan menciptakan suatu ‘penilaian’ tertentu terhadap kita.

tapi ternyata, sahabat adalah sahabat. orang yang tetap tertawa dan memandang kita sama seperti sebelum kita menceritakan rahasia kita. se-ringan dan semudah itu. dan saya mulai berpikir, kenapa ya saya setengah mati menyimpan rahasia ini dari mereka sebelumnya? begitu pula waktu saya dengar rahasia mereka. saya cuma tertawa, tersenyum, dan simpati. tapi penilaian saya tidak pernah berubah terhadap teman-teman saya.

makan malam dirgahayu malam itu mengajarkan banyak hal buat saya. pertama… alangkah beruntungnya kalau kita bisa menemukan sahabat-sahabat dalam hidup kita. sahabat adalah orang yang bisa menerima kita apa adanya. tidak peduli berapa lama kita berjauhan dengan mereka, pada saat kita bertemu… semuanya tetap sama. kita tidak harus selalu bersama layaknya kembar siam dalam rahim ibu, tapi setelah perpisahan yang lama pun, saat bertemu.. semua tetap sama.

kedua… ternyata orang lain bisa jadi jauh lebih pemaaf daripada yang kita kira. saya kira teman saya akan berubah penilaian setelah mendengar rahasia yang saya simpan selama ini. ternyata tidak. mereka hanya mendengar sambil tertawa. tidak ada perubahan di ekspresi wajah, tidak ada perubahan sikap. kadang kita setengah mati menyimpan sebuah rahasia karena kita pikir akan merusak persahabatan kita. kita berusaha muncul sebagai seseorang yang bukan kita di depan teman kita. ternyata, itu cuma ketakutan kita. mereka tetap menerima kita, apapun rahasia kita. mungkin ada pertengkaran, kemarahan, rasa kecewa. tapi sahabat adalah orang yang pada akhirnya tetap tertawa, sememalukan apapun diri kita.

yang ketiga… peribahasa lama, ‘apa yang keluar dari mulut jauh lebih penting daripada apa yang masuk mulut’, (yang bukan untuk diartikan, jackpot hungover lebih baik daripada mabok-mabok yang dilakukan sebelumnya…). tetapi orang tidak dinilai dari semata-mata apa yang dia makan.

apakah orang yang makan babi akan mati sebagai pendosa tidak peduli berapa banyak amal ibadah yang sudah dia perbuat dan berapa banyak yang dia kontribusikan untuk kebaikan sesamanya? dan apakah orang yang tidak makan babi akan bebas melenggang masuk surga padahal mulutnya suka berkata-kata kotor, membicarakan orang, memukul perempuan, bakar-bakaran tempat ibadah dan dihujat banyak orang karena bikin perkumpulan yang praktis merusak nama satu agama?

saya rasa Tuhan menciptakan babi ada maksudnya. bukan menjadi sesuatu yang sangat dihujat dan sama sekali tidak memberi kegunaan bagi orang banyak.

salah satu buktinya adalah malam itu. pulang menyantap babi, kami berempat tertawa gembira karena baru saja melepas rahasia dan tetap bisa saling menerima antara kami. memang, bisa jadi kejujuran malam itu muncul karena memang sudah saatnya muncul. but i know i have my dear pork to be thankful to…

salam babi.

Advertisements

SAI GON Kick

Perjalanan ke negara yang katanya lebih miskin dibandingkan Indonesia memberikan pelajaran tersendiri ke saya. Suara-suara sumbang semacam ngapain lo ke negara yang lebih miskin dari kita?’, atau buang-buang duit aja lo. mending nabung lebih lama buat ke negara yang lebih oke, kayak Jepang, atau Eropa” atau lu mau liat apa di sana? pasti banyakan pemulung ama orang miskin. bisa-bisa rawan copet nanti” saya cuekin –karena sebagai bagian dari Program Keliling Dunia sebelum Usia 40 tahun–, saya yakin kalau di setiap negara PASTI ada keunikan tertentu yang bisa dipelajari dibandingkan dari negara kita sendiri.

Dengan tata kotanya yang khas Eropa dengan jajaran butik-butik ternama yang ada di sepanjang jalan layaknya Ruko dan bukan di dalam mal, toilet yang bersih di semua lokasi bahkan sampai di luar kota Sai Gon –yakni di tempat wisata Cu Chi Tunnel–, pengendara sepeda motor yang sangat banyak tapi semuanya berdandan tetap dandy dengan suit kerjanya, tanktop dan short super pendek, kuliner beragam yang rasanya tidak ada yang mengecewakan… Sai Gon di Vietnam adalah salah satu tempat wisata yang berkesan dan recommended bagi saya untuk dikunjungi lagi.

Pengaruh Perancis sebagai negara yang pernah menduduki Vietnam sangat terasa pada butik-butiknya yang tersebar di pinggiran jalan. Kesan yang didapat menjadi lebih customer-friendly dan mengundang semua orang untuk datang, tidak seperti layaknya butik-butik di Jakarta yang berdiri megah angkuh di dalam mal. Akibatnya adalah dompet juga jadi lebih mudah mengeluarkan uang. Yang membedakan kenapa saya belanja lebih sedikit dibandingkan dengan waktu di Singapur adalah hanya karena iman yang kuat di dalam hati.

Pelajaran : Orang Eropa rata-rata tidak ‘cacat mode’ karena butik-butiknya semua accessible bagi semua kalangan.

Kotanya yang relatif kecil membuat saya dan teman-teman lebih nyaman berjalan kaki dibanding naik taxi, walaupun taxi bisa dikategorikan sangat murah. Saya dan teman-teman pernah memutuskan berjalan kaki di tengah malam pukul 12.00 dengan dandanan after dinner yang lumayan ‘berani’. Kenyataannya, baik siang maupun malam, melewati kawasan elit maupun sekitar pembangunan lengkap dengan kuli-kulinya, berjalan kaki di Sai Gon sangatlah aman. Tidak ada mulut-mulut usil ala Jakarta yang suka melontarkan kata-kata godaan yang kampungan. So cozy!

Pelajaran : Miskin bukan berarti jadi penjahat. Negara miskin bukan berarti memicu banyaknya kejahatan. Menjadi jahat atau memutuskan jujur mencari kerja adalah pilihan pribadi masing-masing. Bahkan untuk negara yang lebih miskin dari Indonesia.

Pengendara motor hampir sama banyaknya dengan Jakarta dan lumayan mengganggu. Apalagi mereka punya hobi membunyikan klakson tanpa maksud. Hanya saja hati menjadi lebih pemaaf karena penampilan pengendara motor di Sai Gon jauh lebih ciamik dibandingkan pengendara motor di Jakarta. Pagi hari, para pekerja kantoran naik motor ke kantor pakai working suit yang rapi dan kinclong, siang hari pengendara motor pakai short super pendek di bawah pantat, tanktop, dan malam hari para perempuan tidak malu-malu berangkat dugem dengan LBD super ketat dan stiletto naik skuternya.

Beda banget dengan Jakarta dimana pengendara motornya kebanyakan mirip tukang ojek dengan jaket-jaket bomber yang ngga gaul dan membuat tambah kesal waktu hampir menabrak kita. Coba bayangkan kalau pengendara motor yang mau menabrak kita tampil kinclong dengan tanktop dan celana pendek di bawah pantat, saya yakin tingkat maaf Anda akan melesat tinggi seketika.

Pelajaran : Percaya Diri tinggi menjadikan pemandangan sekitar menjadi lebih indah, dan otomatis hati menjadi lebih tenang dan pemaaf.

Saya termasuk picky jika berkaitan dengan masalah toilet umum. Bagi saya lebih baik menahan pipis jika sedang berjalan ke luar kota dibandingkan harus dihadapkan dengan adegan horor dari toilet super jorok. Amazingly, di Vietnam toilet sangatlah bersih, bahkan pada saat kami melakukan tur ke luar kota Sai Gon. Melihat pemandangan sepanjang jalan, bisa disimpulkan kalau Vietnam memang lebih miskin daripada Indonesia. Tapi WC umumnya…? jauh lebih bersih.

Saya jadi bingung, apa bedanya perempuan Indonesia dengan perempuan Vietnam dari segi attitude? Kenapa tissue-tissue di toilet wanita di Indonesia harus menggunung di luar tempat sampahnya, padahal sebenarnya tissue bukan benda padat yang makan tempat? Harusnya dengan ‘usaha sedikit’ menekan dan memadatkan tissue pada saat kita membuang sampah, kita dengan mudahnya membuktikan diri kita sendiri lebih baik dari orang lain. Dan usaha yang sangat kecil itu bisa membantu menyamankan pengunjung toilet sesudah kita.

Pelajaran : cewek-cewek Indonesia rata-rata jorok! Sadar ngga?

Begitu banyak yang bisa kita pelajari dari orang lain, lingkungan lain, daerah lain, tempat lain, benua lain, negara lain. Bahkan walaupun orang, lingkungan, daerah, tempat, benua atau negara itu memiliki kekurangan dibandingkan kita, yakni dalam hal ini lebih miskin dari kita.

Secara kurs, Vietnam memang ada di bawah Indonesia. Tapi dengan attitude yang dimiliki sekarang, jika Indonesia tidak berhati-hati, maka kemungkinan Indonesia akan disalip lagi model Malaysia jaman dulu dan sekarang.

Saya bangga dengan Indonesia. Tapi saya rasa, keputusan saya untuk keliling dunia sebelum usia 40 tahun juga baik untuk saya belajar lebih banyak agar bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk negara saya, walaupun kecil.

gone to Sai Gon

4 sahabatoff dulu dari kerjaan yang makin menumpuk, dari amarah atasan yang makin meninggi, dari tingkat stress yang mengangkasa, ke sebuah kota kecil di sebuah negara yang kata orang ‘kurang bombastis’. semua komen terdengar sama, ‘ngapain lo ke situ? negara lebih miskin dari Indonesia? buang-buang duit aja!’

see you again, guys…! mari kita lihat nanti apakah benar komen orang-orang.. BIG LOVE LOVE… and LOVE.

keras BELUM TENTU bikin puas

saya tidak pernah merasakan menjadi Rihanna, tapi at least saya pernah merasakan rasanya jadi sahabat Rihanna.

eits… jangan buru-buru cek majalah gossip luar negeri terbaru buat lihat apakah tampang saya ada di dalam salah satu majalah, berdiri di samping Rihanna…

terus terang menceritakan hal ini bukan hal yang mudah. tetapi saya rasa, akan ada beberapa orang yang bisa mendapat kegunaan dari membaca cerita ini. apapun itu.

ManisMan, sahabat saya, bercerita kepada saya kalau selain baru-baru ini Evandut, kekasihnya mulai berubah sikap, beliau juga mulai (lagi) melakukan kekerasan emosional dan fisik kepada ManisMan.

apa saja bentukan kekerasan emosional dan fisik yang dialami ManisMan? mari kita mulai dari kekerasan jenis emosional.

Evandut (tanpa berusaha bersikap rasis…) adalah keturunan Ambon. tentu saja tidak bermaksud mendeskriditkan orang Ambon pada umumnya yang terkenal kasar dan keras. karena lihat saja, penyanyi soul -yang baru-baru ini- bercerai dengan istrinya, dengan karakteristik lagu-lagunya yang halus dan lembut sudah pasti menggambarkan kalau stereotipe orang Ambon kasar adalah salah.

tapi Evandut sayangnya masih masuk kategori Ambon feodal. setiap kali bertengkar atau marah ke ManisMan, Evandut kadang-kadang tidak bisa mengontrol emosi. kata-kata penghinaan kepada ManisMan sering kali keluar pada saat beliau marah. dan kata-katanya (tanpa perlu disebutkan di sini…) masuk kategori kasar, dan perlu masuk Badan Sensor.

saya bukan kategori konvensional, oleh sebab itu, kata-kata kotor yang masuk kategori kebun binatang atau segala varian kotoran masih bisa saya tolerir kalau memang orang tersebut sedang marah besar. tapi… yang dialami ManisMan adalah penghinaan yang berkaitan dengan kondisi fisik.

kedua, adalah kekerasan secara fisik. awalnya ManisMan tidak pernah cerita ke saya mengenai hal ini. bisa jadi karena malu, atau terlalu males untuk menceritakan kepada orang lain. tapi akhirnya beliau cerita ke saya, kalau pada saat bertengkar, Evandut terkadang melakukan kekerasan fisik ke ManisMan.

contoh yang terjadi adalah : membenturkan kepala ManisMan ke tembok berulang kali … sampai kepada… melempar ManisMan dengan barang-barang yang seharusnya ada di tempatnya dan bukan untuk dilempar.

jika saya feminis sejati, saya pasti akan langsung angkat senjata, menuju KomNasHam perempuan dan melaporkan perlakuan Evandut, sementara di lain pihak menyusun plot tindakan balas dendam untuk menghajar Evandut atau memberi pelajaran dalam bentuk apa pun, termasuk pasang bom, sewa hitman, dan hal-hal sejenisnya.

tapi saya BUKAN feminis.

i’m a sucker for love.

jadi pada saat saya mendengar ‘Rihanna versi Indonesia’ bercerita di depan saya, hati saya terbelah menjadi dua.

saya tahu jika seseorang bercerita, terkadang mereka hanya ingin bercerita. mereka bukan ingin minta saran (karena kalau mau minta saran akan dateng ke psikiater atau nulis surat pembaca ke majalah-majalah wanita). mereka bukan ingin minta bantuan (karena kalau ingin minta bantuan, pasti datengnya ke KomNasHam atau lapor polisi seperti Manohara). mereka kadang juga bukan ingin minta petunjuk jalan yang benar (karena kalau ingin minta petunjuk jalan yang benar, tinggal berdoa saja sama Tuhan atau yang ekstrim, minta petunjuk dukun).

Beliau hanya ingin didengar. dan didukung secara moril.

jadi, walaupun sedih dan ingin marah karena terluka, yang keluar dari mulut saya bukan kalimat-kalimat template seperti,

lu gila kali yaa! tinggalin aja orang begituan!”

edan setan alas! cari aja cowok laen! masih banyak kale yang mau ama lo!”

sialan tuh laki-laki! gue gamparin baru tau rasa!”

atau hal-hal sejenis. walaupun saya sebenarnya ingin.

pada saat kita jatuh cinta, kita tetap memiliki otak rasional. hanya saja otak rasional tertutup oleh emosional. dan memang begitu yang seharusnya. jika rasional kita lebih berperan pada saat kita jatuh cinta, bisa dipastikan kita sebenarnya tidak jatuh cinta beneran.

sebagai penggemar Sex and The City, di film-nya Carrie pernah berkata kepada Miranda, kalau Miranda sebagai seorang lawyer bisa berargumen dalam dua sudut pandang masalah (PRO dan KONTRA), tapi tetap saja, jika berkaitan dengan cinta, sisi emosional-lah yang memutuskan. you could argue both sides of the case, but still, when it comes to love, the decision purely emotional, NOT rational.

dan seperti tulisan saya sebelumnya, seseorang tidak berhak memberi saran kepada orang lain kecuali orang pertama pernah atau sedang mengalami hal yang sama. begitu pula dengan saya, saya tidak berhak memberi saran selama saya tidak berada di dalam ‘sepatu yang sama’. dipukuli sekaligus dihina orang yang saya cintai.

selain itu, hidup adalah pilihan. apapun yang jadi pilihan seseorang adalah mutlak hak dia. salah atau benar itu adalah kata hatinya. jika keputusan yang kita ambil benar, berarti kita ketiban jackpot kehidupan, jika salah berarti itu adalah bahan pembelajaran atau ada maksud tersembunyi di dalamnya.

tapi, pada saat sudah memilih sesuatu, seseorang harus komit pada pilihannya. menjalani dengan sepenuh hati segala kesenangan dan resikonya. dan ZERO COMPLAINT.

say NO to domestic violence

mencintai dalam versi saya adalah memberi. memberi dengan tidak menuntut kembalian -dalam bentuk apapun, termasuk uang receh. but then again, manusia bukan malaikat atau Tuhan. yang bisa memberi tanpa rasa pamrih atau keinginan untuk sebuah balasan atau timbal balik. manusia adalah manusia. dengan segala keterbatasan tanggungan perasaannya. termasuk keinginan untuk mendapatkan balasan atas cinta yang sudah diberikan.

pada dasarnya kita tidak bisa merubah orang lain, meminta orang tersebut menyesuaikan diri dengan kita. yang bisa kita lakukan adalah merubah diri kita sendiri. menyesuaikan diri kita dengan orang lain. kita tidak bisa merubah kekasih kita yang punya kebiasaan selingkuh, berbohong, memukul, dsb. tapi jika kita benar-benar cinta, kita-lah yang menyesuaikan diri. sambil berdoa, suatu saat dia akan berubah. jika pun tidak, kita tetap akan di sisinya, karena kita cinta. tanpa tuntutan.

maka yang saya lakukan saat berhadapan dengan ‘Rihanna Indonesia’ adalah…

berkata padanya bahwa apapun yang jadi pilihannya, terus atau berhenti, saya dukung keputusannya 100%. saya ada di belakang dia, tetap sebagai temannya saat dia butuh saya ataupun tidak. tapi saya memberi catatan-catatan tambahan khusus padanya.

pada saat memutuskan lanjut atau terus mencintai sang kekasih, kita harus berpedoman bahwa yang namanya cinta, harus membuat kita sendiri merasa bahagia, dan tanpa beban, tanpa keluhan. jika kita sudah mulai menuntut dan merasa berat jika tidak dapat balasan yang sama, artinya sudah bukan cinta, keputusan yang lebih baik bisa jadi adalah tinggalkan dan lupakan.

kalau mau teruskan… sok wae, silakan, my pleasure… tapi lakukan dengan hati yang penuh cinta, seperti tujuan sebelumnya, juga jangan lupa menanggung bonus sesuai paket, resiko-resiko dari pilihan kita.

seorang teman (sebut saja Melou – bukan nama sebenarnya) pernah cerita kalau dia mencintai istri orang lain. dan sang istri yang di’kawin’ paksa dengan suaminya sekarang juga sebenarnya sangat mencintai Melou. awalnya Melou terus menuntut sang istri untuk cerai dengan suaminya. tapi hubungan jadi tidak bahagia. tuntutan-tuntutan hanya mengarah kepada frustasi dan kecenderungan saling menyakiti.

which is OF COURSE… not categorized as love.

akhirnya Melou tersadar. dengan situasi itu dia punya dua pilihan : terus atau berhenti. setelah mencoba membuka diri kepada the other hottie in town dan tidak berhasil, akhirnya Melou sadar… dia hanya cinta kepada sang perempuan. dia cuma bahagia jika mencintai perempuan itu, yang sudah jadi milik orang lain.

akhirnya dia memutuskan, tetap mencintai sang perempuan. karena itu membuatnya bahagia. because his love is a food for his soul. dan cinta itu tanpa tuntutan. hanya memberi. jika memang suatu saat sang perempuan memutuskan bercerai dan meninggalkan suaminya, maka itu adalah salah satu jackpot kehidupan. tapi jika akhirnya Melou bertemu dengan jodoh lain dan bukan perempuan itu, at least dia tidak pernah menyesal karena melewatkan kesempatan mencintai orang yang dia puja seumur hidupnya. dan tetap… siapkan kesadaran penuh menerima segala resiko-resiko yang ada.

get it?

hal sejenis itu yang saya ucapkan ke ManisMan.

tapi diam-diam saya tetap menyiapkan bom untuk jaga-jaga. atas nama cinta saya untuk ManisMan, sahabat saya…

i love you, my girl. and cheers for love…

*buat para feminis yang kebetulan mampir dan baca, atau para ibu-ibu dan/atau bapak-bapak KomNasham yang terhormat, mohon maaf yang sebesar-besarnya.

derita hari ini :

beberapa update mengenai derita yang muncul selama di Singapore :

  • kaki super sakit sebagai akumulasi jalan-jalan sejak kemarin dan hari  ini otot-otot kaki semua tegang dan setiap melangkahkah kaki, saya tampak seperti nenek-nenek jompo.
    direndam dengan air hangat, tidur dengan kaki di atas tumpukan bantal, pakai Salonpas buatan luar negeri (apa.. hubungannya?), istirahat setiap sudah 10 menit jalan… sama sekali tidak membantu…
  • sukses tertipu oleh pedagang elektronik C*** mabok sialan bangsat di Lucky Plaza, Singapore, sebanyak 3 juta Rupiah.
    dengan bodohnya, -sudah diperingatkan sejak di Indonesia, belanja emosional tanpa minta saran teman atau soulmate yang pernah tinggal di Singapore-, tetap saja tertipu.
    INGAT. jangan pernah sekalipun belanja elektronik di Lucky Plaza
    . lebih baik pilih SimLim atau Mustafa Center.
  • paha lecet parah (entah mengapa), sehingga langkah yang sudah selayaknya nenek-nenek jompo makin mirip nenek-nenek mendekati kubur.
    jangan tanya alasannya. pergantian udara? antar sesama paha terlalu akrab? kena bahan-bahan kasar? … entahlah…

tapi saya memutuskan tidak memikirkan derita-derita itu, karena saya tidak mau ketinggalan yang lain dan memutuskan tetap bersenang-senang ‘menyiksa’ koleksi Dollar Singapore saya di dompet.

girls wait for a cab outside Fullerton

live with no money back home…? pikirin nanti aja dulu…

about the girls

sudah hampir sebulan saya membicarakan mengenai 4 sahabat saya : ManisMan, Mei Lan, dan Sinaran. tapi saya belum memperkenalkan secara official kepada teman-teman yang sudah berbaik hati membaca blog saya. dalam perkenalan ini saya akan ceritakan brief introduction saja mengenai mereka. karena soal sifat-sifat mereka, bisa diobservasi sendiri lewat cerita-cerita saya.

pertama yang ingin saya kenalkan adalah ManisMan. usia ManisMan adalah 1 tahun lebih muda dari saya. tapi walaupun lebih muda, dia memiliki banyak kelebihan dibanding saya, terutama adalah soal kedewasaan emosi.

ManisMan picture by Womanation

ManisMan adalah true sanguin. dia sangat ceria, outgoing, humoris, dan pintar bergaul. ManisMan mengaku kalau sangat suka ngobrol dengan siapa saja. dia sering bercerita ke saya kalau sering sekali dia berkenalan dan mengajak ngobrol orang yang baru dia kenal di public transportation, seperti di TransJakarta. dengan sifat seperti ini, saya selalu berpikir kalau dia adalah marketer sejati. atau… born to be a brand and marketing expert.

walaupun humoris (suka tertawa dan ditertawakan orang), ManisMan adalah tipe serius dan pekerja keras saat berhubungan dengan karir. inilah kesamaan dia dengan saya. ManisMan sangat kompetitif dan goal oriented. dia punya misi sendiri mengenai karir dalam hidupnya.

ManisMan adalah lulusan sarjana kimia dan salah satu cita-citanya yang ingin direalisasikan adalah mengambil pendidikan master, cocok dengan keinginannya untuk selalu jadi nomer satu. satu-satunya kekurangan yang sekaligus jadi kelebihan dirinya adalah dia selalu ingin menyenangkan semua orang. hal ini terkadang jadi membuat dia terpaksa mengorbankan keinginan dirinya sendiri.

dialah yang pertama menyapa saya waktu masuk di kantor baru, that’s why she’s a special friend. semua orang pasti memiliki teman dengan karakter seperti ManisMan, at least one in their life. beruntunglah orang yang memiliki seorang everybody’s sweetheart

Mei Lan, gadis oriental dengan usia paling dewasa di antara kami. tapi walaupun umur kami terpaut jauh, Mei Lan adalah selayaknya sahabat seumur kami sendiri. karakter terbaik Mei Lan adalah dia sangat tidak suka membicarakan orang lain. the best part of being a woman is gossiping, dan Mei Lan lebih dulu menyadari kalau gossiping sebenarnya worthless dan bisa menyakiti orang lain. oleh sebab itu, dia tidak pernah melakukannya.

Mei Lan picture by Womanation

otak saya mungkin belum sampai di situ.

tapi bukan berarti Mei Lan Anti Gossip lho. mungkin lebih kepada memberi masukan dan hanya sebagai penggembira.

Mei Lan juga yang paling mapan dan mandiri secara finansial diantara kita semua. tapi dia sering sekali berbuat baik tanpa pamrih. selain itu… Mei Lan juga yang paling banyak pendamping prianya. hehe. Mei Lan menyebut pria-pria yang mengelilingi hidupnya adalah ‘hanya teman saja’, karena memang belum satu pria pun yang memberi kepastian masa depan yang fix dan menjanjikan.

tapi hanya Mei Lan yang punya teman yang rela membayar condominium seharga sebelas juta untuk kita berempat berlibur selama di Singapore…

she had a lot of guys swept all over her feet.

saat mengobrol bersama, Mei Lan lebih banyak mendengar dibanding saya dan ManisMan. komentarnya lebih sedikit dan memberi lumayan banyak sumbangan tawa mungkin karena dia jauh lebih dewasa secara kepribadian daripada kita yang ribut dan berisik. tapi, jangan salah, dia juga sangat humoris dan rela ditertawakan seperti saya dan ManisMan.

Mei Lan tinggal sendiri di apartemennya tanpa pembantu. membuat dia adalah kriteria ibu-ibu yang jago bebersih rumah sendiri. sudah cantik, langsing, pintar, karir sukses, calon ibu rumah tangga yang baik, mandiri, mapan… apa pun bisa jadi sempurna kalau kamu melihatnya sebagai sempurna.

lalu… Sinaran.  kalau saya bilang Mei Lan lebih banyak mendengar, lain halnya dengan Sinaran. Sinaran tidak banyak bicara bukan karena dia lebih berperan sebagai pendengar seperti Mei Lan. dia hampir menyamai kecerewetan saya dan ManisMan. hanya saja, Sinaran adalah seorang pekerja autis.

hehehe.

Sinaran picture by Womanation

di kantor, beliau kebagian brand yang paling berat challenge-nya (bukan berarti brand lain kurang serius ya..). tetapi tugas pekerjaan yang datang silih berganti dan tuntutan atasan membuat dia seringkali lupa kalau ada dunia lain di luar pekerjaan.

ditambah lagi, Sinaran termasuk pribadi yang cuek. dia jarang terlalu memperdulikan omongan atau komentar orang di sekitar dia. dengan kata lain, Sinaran sangat PD terhadap dirinya sendiri.

entah karena pernah punya pengalaman buruk dengan lelaki bangsat atau tidak, tapi saya menangkap dari kalimat-kalimatnya kalau Sinaran tidak terlalu mementingkan pernikahan. bisa dibaca pada tulisan saya sebelumnya.

di balik sifat cuek dan omongannya yang (terlalu) sering blak-blakan, Sinaran sangat peduli kepada sahabat-sahabatnya. beberapa kali dia melakukan sesuatu yang sederhana tetapi bagi saya adalah hal yang penting dimiliki seorang sahabat.

Sinaran adalah contoh calon ibu rumah tangga yang baik kedua selain Mei Lan walaupun dia sendiri mengaku tidak terlalu penting untuk menikah. dia tinggal di rumah yang dia beli sendiri sendirian. tanpa pembantu. sama seperti saya di rumah, artinya Sinaran sudah pasti gape dalam mengurus rumah, mulai dari mencuci, menyetrika, mengepel, memasak, bahkan cuci mobil.

di balik sifat blak-blakannya, Sinaran juga sangat sensitif. klaim pribadi saya adalah saya sensitif. tapi saya bisa hanya menangis sekali setelah kehilangan lensa kamera senilai 3.5 juta dan ditipu pedagang C*** mabok sialan di Lucky Plaza, Singapore sebanyak 3 juta Rupiah, setelah itu tertawa-tawa lagi. sedangkan Sinaran? hanya karena ada orang nyerempet spion mobilnya, dia bisa nangis tiga hari.

kesamaan kami bertiga adalah kami sangat ingin menikmati hidup. orang banyak bilang kalau wanita baik-baik penuh perhitungan dengan tidak rela menghabiskan uang banyak untuk shopping seperti kami.

tapi ‘penuh perhitungan’ versi kami adalah untuk apa menyimpan-nyimpan seluruh uang untuk sesuatu yang belum pasti di depan mata kita. menabung tetap perlu, tapi seringkali yang kita perlu adalah menyenangkan diri sendiri karena kesenangan hati sendiri lah yang perlu kita perhitungkan.

oia, kami berempat juga sama-sama memiliki karakteristik pekerjaan sama, yakni manajemen untuk mengelola brand dan strategi marketing.

untuk sementara, ini dulu perkenalan dari saya tentang kami. ingin tau lebih dekat tentang 4 sahabat Womanation? baca terus cerita-cerita saya..

nice knowing you, guys…

thirty, flirty, and thriving…

ini adalah salah satu kalimat yang saya ingat dari film Suddenly 30, atau yang juga dikenal dengan judul 13 Going on 30, yang dibintangi oleh Jennifer Garner. dimana seorang gadis berusia 13 tahun sangat ingin segera menjadi wanita berumur 30 tahunan, karena bagi dia umur 30 tahunan adalah masa dimana wanita terlihat menawan, mandiri, dan menarik.

di sekitar saya, dikelilingi oleh wanita-wanita 30 tahunan, yang cantik, mandiri, mapan, menawan. mereka adalah sahabat-sahabat saya sendiri.

Sinaran, usia 32 tahun, brand manager sebuah perusahaan minuman terbesar di Indonesia. berwajah manis, sudah memiliki rumah sendiri, dan mobil MPV keluaran terbaru, hidup mandiri dan mapan, mau beli barang branded impor apapun… bisa.

Mei Lan, usia 35 tahun, senior brand manager dari perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. kulitnya putih, wajahnya cantik, tubuh tinggi semampai, punya 2 apartemen milik pribadi, mobil sedan keluaran terbaru, dan lebih mudah lagi membeli barang-barang branded apapun.

Pelita, usia 32 tahun, analyst di perusahaan kimia multinasional. kulitnya kuning langsat, wajahnya cantik, sudah bisa membiayai dan membesarkan sendiri anak angkatnya 2 orang, juga membiayai keluarganya.

mereka punya segalanya yang diidam-idamkan gadis 13 tahun di film tadi. kecuali… pria berkualitas yang ‘berani’ mendampingi mereka.

pria, di usia 30an, dengan wajah tampan, body keren, dandanan bermerk, jabatan di pekerjaan tinggi, punya rumah, bermobil mewah, dan belum menikah?…  dianggap high quality jombloeligible bachelor, dan sebagainya, dan sebagainya…

most wanted 30s man

wanita, di usia 30an, dengan wajah cantik, badan seksi, penampilan modis, jabatan di pekerjaan tinggi, punya rumah sendiri, bermobil mewah, tapi belum menikah?… dianggap perawan tua, milih-milih jodoh, dan sebagainya, dan sebagainya…

lihat perbedaannya?

kemana nyali pria-pria untuk berani menjadi pendamping wanita-wanita tersebut ketika sebaliknya bisa hampir beratus-ratus wanita mengejar-ngejar pria dengan kriteria yang sama? kenapa yang satu dideskriditkan dengan sebutan ‘perawan tua’, ‘susah jodoh’, sedangkan yang satu lagi dipuja-puja dengan ‘bujangan keren’ atau ‘high quality jomblo’?

sejak kecil kita dididik untuk mengejar pendidikan sampai ke negeri Cina, menggantungkan cita-cita setinggi langit. tetapi, setelah dewasa, wanita-wanita dengan titel lebih panjang dari namanya, jabatan tinggi, keuangan yang berlimpah sampai bingung mau dihabiskan dimana, malahan dihindari oleh para pria. anggapan umum yang beredar di pria-pria?

“wah, berat di ongkos, cing…
gile, bisa-bisa doi seenaknya ama gue ntar kalo jadi istri gue
“aduh.. jangan-jangan ntar banyak mintanya lagi”
ntar kalo
ada cowok yang lebih tajir dari gue, gue bisa ditinggalin dong…

sounds familiar…ngaku lo

sebesar apakah ego pria sampai harus ‘dielus’ dengan wanita yang harus memiliki standar di bawah dia.

“okelah, ngga bego-bego amat tapi pendidikannya di bawah gue deh”
ya.. kaya raya ngga apa-apa, asal yang kaya Bapaknya aja, jadi kita tinggal minta warisan”

itulah sebabnya kenapa semakin dewasa wanita dan semakin mapan, semakin sedikit pula pria yang berani mendekati dia. karena alasan ego, dan insekuritas.. perasaan tidak aman dengan diri sendiri. takut ditinggal-lah, takut ngga kuat ngurus secara finansial-lah, takut diperlakukan seenaknya-lah

semua semata-mata karena fakta kalau wanita dengan standar yang lebih tinggi sudah pasti akan jauh lebih percaya diri dan bisa memegang kendali.

tapi anggapan itu harusnya tidak perlu ditakuti pria. kenapa harus takut (bukan malah bangga) punya istri cantik, punya jabatan tinggi, dan mandiri secara keuangan alias ngga perlu setiap bulan mengeluh minta uang belanja? kenapa harus was-was dan gelisah punya istri dengan kesibukan tinggi akan lupa mengurus suami dan keluarga di rumah dan tidak bisa dikendalikan?

most wanted 30s woman

pria adalah kepala keluarga. saya rasa tidak perlu takut dengan wanita-wanita 30an ini. peganglah kendali jika takut ‘dikendalikan’. caranya? tunjukkan kalau sebagai pria, bisa provide kebutuhan keluarga dengan baik. sebagai pria, walaupun gaji lebih kecil tapi tetap tegas sebagai pemimpin keluarga (dengan alasan jelas tentu saja) untuk mengendalikan istri-istrinya.

alasan memilih wanita-wanita high quality ini?
mereka mapan, artinya keuangan keluarga pun akan mudah dikelola oleh mereka. mereka mandiri, artinya pada saat ingin beli barang-barang pribadi untuk memenuhi hasrat pribadi, mereka bisa bayar sendiri. mereka dewasa, artinya tidak manja dan bisa diajak diskusi dan komunikasi pada saat ada isu-isu keluarga. mereka pintar, artinya lebih enak diajak ngobrol sehari-hari, diajak bertukar pikiran apapun.

bukankah itu sebenarnya yang dicari dari diri pasangan-pasangan kita? kenapa mesti takut, guys…?

hebatnya lagi, wanita-wanita 30an jaman sekarang, sudah tidak se-desperate jaman dulu. seiring bertambah usia, yang saya lihat, bukan semakin menurun kriteria pasangannya karena pada kenyataannya akan lebih susah mencari pasangan di usia lebih dewasa karena bersaing dengan daun muda. mereka justru memasang kriteria yang makin tinggi.

contohnya, saya masih ingat sahabat saya, Pelita. kriteria pria idamannya adalah harus ganteng, harus kaya, harus pintar. dan kalaupun HARUS HARUS itu sudah terpenuhi, yang paling penting adalah harus ada chemistry. sudah kaya, ganteng, pintar, tapi ngga ada chemistry?

“lebih baik tidak,”

itulah hebatnya wanita jaman sekarang.

so… pria-pria di luar sana, apa pendapat kalian?